Banten

Rizal Fadillah Bongkar Pandangannya soal Ijazah Jokowi 'Jika Dibuka ke Publik Bisa Jadi Kotak Pandora'

Aullia Rachma Puteri | 28 Juni 2026, 14:31 WIB
Rizal Fadillah Bongkar Pandangannya soal Ijazah Jokowi 'Jika Dibuka ke Publik Bisa Jadi Kotak Pandora'
Rizal Fadillah menilai polemik ijazah Jokowi dapat memasuki babak baru

AKURAT BANTEN – Polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perbincangan setelah Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Rizal Fadillah, menyampaikan pandangannya terkait isu tersebut.

Dalam pernyataannya, Rizal mengibaratkan pembukaan dokumen ijazah kepada publik sebagai "kotak Pandora" yang berpotensi memunculkan berbagai persoalan baru.

Menurut Rizal, polemik yang selama ini berkembang tidak hanya berkaitan dengan keaslian sebuah dokumen, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap proses yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ia berpendapat bahwa apabila dokumen tersebut benar-benar dibuka secara terbuka, kemungkinan akan muncul berbagai fakta yang kemudian menjadi bahan pembahasan lebih lanjut.

Baca Juga: Dokter Tifa Serukan Pendukung Datang ke Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi di PN Jakarta Timur

Rizal menilai langkah membuka dokumen kepada masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan kepastian terhadap perdebatan yang hingga kini belum sepenuhnya mereda.

Namun, ia juga berpandangan bahwa proses tersebut dapat memunculkan konsekuensi yang lebih luas sehingga diibaratkan sebagai "kotak Pandora".

Pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi Rizal Fadillah dan bukan hasil putusan pengadilan maupun kesimpulan resmi dari lembaga yang berwenang.

Ia juga menekankan bahwa penyelesaian persoalan sebaiknya dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Ambil Jalan Berbeda di Kasus Ijazah Jokowi, Ada Strategi Baru?

Menurutnya, proses persidangan menjadi forum yang tepat untuk menguji seluruh alat bukti secara terbuka sehingga setiap pihak memperoleh kesempatan menyampaikan argumentasi berdasarkan ketentuan hukum.

Di sisi lain, polemik mengenai ijazah Jokowi saat ini memang masih bergulir melalui sejumlah proses hukum.

Beberapa tokoh yang sebelumnya menyampaikan dugaan terkait keaslian ijazah tengah menjalani proses peradilan atas dugaan pencemaran nama baik, sementara pihak lainnya memilih menempuh jalur praperadilan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah berulang kali membantah tudingan mengenai ijazah palsu.

Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Tolak Tawaran Jaksa, Pilih Hadapi Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Universitas Gadjah Mada (UGM) juga telah menyatakan bahwa Jokowi merupakan lulusan Fakultas Kehutanan dan dokumen akademiknya dinyatakan sah.

Selain itu, kepolisian dalam penyelidikan sebelumnya menyatakan tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan mengenai ijazah palsu.

Meski demikian, polemik tersebut masih terus menjadi perbincangan karena terdapat sejumlah pihak yang tetap mempertanyakan hasil penyelidikan maupun penjelasan yang telah disampaikan.

Rizal berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat memberikan kepastian sehingga perdebatan yang berkembang di ruang publik dapat diselesaikan melalui mekanisme peradilan.

Baca Juga: Bukan Cuma Pencemaran Nama Baik, Roy Suryo dan dr Tifa Dirundung 4 Pasal Berlapis Sebab Ijazah Jokowi

Menurutnya, pembuktian di pengadilan lebih tepat dibandingkan membangun opini melalui media sosial atau forum-forum di luar proses hukum.

Sejumlah pengamat hukum juga mengingatkan pentingnya membedakan antara opini pribadi dan fakta hukum.

Penentuan keabsahan suatu alat bukti merupakan kewenangan majelis hakim berdasarkan pemeriksaan di persidangan, termasuk keterangan saksi, ahli, dan dokumen yang diajukan oleh para pihak.

Hingga kini belum ada tanggapan terbaru dari pihak Joko Widodo mengenai pernyataan Rizal Fadillah tersebut.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Duduk di Kursi Terdakwa, Bukan Tersangka?

Sementara itu, proses hukum yang berkaitan dengan polemik ijazah masih terus berjalan dan menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan sejumlah tokoh publik serta memunculkan berbagai pandangan yang berbeda.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.