Sayembara Ijazah Gibran Rp250 Juta Bikin Geger, PSI Sebut Dokumen Sudah Ditunjukkan

AKURAT BANTEN – Polemik mengenai dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuri perhatian publik.
Persoalan tersebut mencuat setelah pakar hukum tata negara Denny Indrayana menaikkan hadiah sayembara bagi pihak yang mampu menunjukkan ijazah SMA atau dokumen pendidikan setara milik Gibran.
Hadiah yang awalnya disebut Rp100 juta kemudian meningkat menjadi Rp250 juta.
Denny meminta agar dokumen pendidikan tingkat menengah Gibran ditunjukkan sebagai bagian dari upaya menjawab pertanyaan mengenai pemenuhan persyaratan pendidikan seorang calon wakil presiden.
Baca Juga: Ada Apa di Balik Posisi Duduk Gibran yang Jauh dari Prabowo? Ini Jawaban Telak Jokowi
Namun, tuntutan tersebut mendapat respons berbeda dari politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka.
Ia menyatakan bahwa dokumen pendidikan Gibran sebenarnya sudah pernah diperlihatkan.
Hanya saja, dokumen tersebut tidak ditunjukkan secara langsung kepada Denny.
Menurut Dedy, dokumen tersebut telah diserahkan atau diperlihatkan kepada lembaga negara yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan administratif terhadap persyaratan pencalonan.
Baca Juga: Denny Indrayana Buka Sayembara Ijazah Gibran, Malah Diserang Balik 'Kasus Lama Ikut Disorot'
Karena lembaga yang berwenang telah menerima dan memproses dokumen tersebut, ia menilai persoalan mengenai keberadaan dokumen tidak seharusnya terus dipersoalkan.
Pernyataan itu sekaligus menjadi bantahan terhadap anggapan bahwa dokumen pendidikan Gibran sama sekali belum pernah diperlihatkan.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa inti persoalan kini bukan hanya mengenai keberadaan dokumen, tetapi juga soal kepada siapa dokumen harus diperlihatkan dan dalam konteks apa pemeriksaannya dilakukan.
Denny sendiri tetap meminta agar dokumen tersebut dibuka.
Baca Juga: Rocky Gerung Bongkar Dugaan Ambisi Politik Jokowi untuk Gibran, Bukan Sekadar Jadi Wapres?
Ia menilai menunjukkan ijazah kepada publik akan menjadi cara sederhana untuk mengakhiri perdebatan yang terus berkembang.
Karena itu, ia kemudian menaikkan nilai hadiah sayembara dengan harapan ada pihak yang dapat memperlihatkan dokumen yang dimaksud.
Gibran diketahui menempuh pendidikan tingkat menengah di Singapura.
Ia bersekolah di Orchid Park Secondary School dan menyelesaikan ujian O-Level.
Baca Juga: Mengapa Prabowo Diminta Ganti Gibran Sebelum 20 Oktober 2026? Ini Penjelasan Denny Indrayana
Pendidikan tersebut menjadi bagian dari perdebatan karena ditempuh di luar sistem pendidikan Indonesia.
Persoalan kemudian berkaitan dengan bagaimana dokumen pendidikan luar negeri tersebut digunakan untuk memenuhi persyaratan pendidikan dalam proses pencalonan wakil presiden.
Isu penyetaraan dokumen pendidikan Gibran bahkan telah dibawa ke ranah hukum melalui sejumlah gugatan.
Di tengah perdebatan, penting membedakan antara dokumen yang tidak ditampilkan kepada publik dan dokumen yang tidak pernah ada.
Baca Juga: Said Didu Lempar Isu Mengejutkan, Prabowo Disebut Hanya Menjabat 2 Tahun, Lalu Digantikan Gibran?
Kedua klaim tersebut memiliki makna berbeda dan membutuhkan pembuktian yang berbeda pula.
Jika dokumen telah diperiksa oleh lembaga yang berwenang dalam proses pencalonan, pemeriksaan administratif tersebut menjadi bagian penting dari rekam proses pemenuhan persyaratan.
Sementara apabila ada pihak yang masih mempertanyakan keabsahannya, pembuktian dapat dilakukan melalui mekanisme hukum yang tersedia.
Polemik ini semakin menarik karena sayembara Denny terus mendapatkan perhatian.
Baca Juga: Jokowi Ajak Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, PDIP Langsung Beri Respons Menohok, 'Emang Mau?'
Bahkan setelah hadiah dinaikkan, perdebatan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Pada perkembangan terbaru, Denny kembali menaikkan nilai hadiah hingga lebih dari Rp350 juta dan menyatakan belum ada peserta yang berhasil memenuhi tantangan tersebut.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ijazah Gibran telah berkembang menjadi perdebatan publik yang melibatkan aspek politik, hukum, dan administrasi.
Masing-masing pihak membawa argumentasi sendiri untuk memperkuat posisinya.
Baca Juga: Jokowi Ajak Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, PDIP Langsung Beri Respons Menohok, 'Emang Mau?'
Bagi masyarakat, informasi yang paling penting adalah memastikan persoalan tersebut dibahas berdasarkan dokumen dan fakta yang dapat diverifikasi.
Klaim dari satu pihak tidak otomatis menjadi kesimpulan akhir mengenai keabsahan dokumen pendidikan seseorang.
Dengan demikian, pernyataan bahwa ijazah SMA Gibran sudah ditunjukkan kepada lembaga negara menjadi bagian penting dalam polemik ini.
Di sisi lain, desakan Denny agar dokumen ditampilkan secara terbuka menunjukkan masih adanya tuntutan transparansi dari pihak yang mempertanyakan persoalan tersebut.
Baca Juga: Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang agar Tak Demo, Pengakuannya Usai Bertemu Gibran Jadi Sorotan
Pada akhirnya, penyelesaian polemik akan sangat bergantung pada bukti dan mekanisme hukum yang berlaku.
Publik pun masih menunggu apakah sayembara tersebut akan menghasilkan pihak yang mampu menunjukkan dokumen sebagaimana diminta atau justru perdebatan akan terus berlanjut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









