Jurnalis Pandeglang Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa Soal Narasumber di Polisikan

AKURAT BANTEN - Bola panas atas kriminalisasi narasumber berita di media massa kian memanas. Para kuli tinta ini, berencana akan melakukan aksi demonstrasi ke Mapolres Pandeglang pada Selasa (9/1/2024) kedepan.
Aksi tersebut merupakan buntut dari adanya tindak kriminalisasi penyidik Polsek Labuan, Polres Pandeglang terhadap salah seorang narasumber berita di media lokal Satelit News.
Para kuli tinta ini menyayangkan ketidakpahaman penyidik dan tidak bisa membedakan antara tindak kriminal murni dan produk jurnalistik. Padahal, seorang penyidik harus memiliki kemampuan dan kompetensi di bidangnya alias tidak asal melakukan penyelidikan.
Ketua Pokja Wartawan (Porwan) Pandeglang Tubagus Agus Jamaluddin menegaskan, pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa didepan Mapolres Pandeglang Selasa (9/1/2024) lusa. Hal itu dilakukan karena pejabat Polres Pandeglang menempatkan seorang penyidik yang tidak berkompeten.
- Baca Juga: Kok Bisa, Polsek Labuan Lidik Statement Narasumber di Media Massa, Jurnalis: Ini Perlu Diketahui Masyarakat Luas
- Baca Juga: Caleg Partai Buruh Didiskriminasi, Dipaksa Mengundurkan Diri dari Perusahaan Tempatnya Kerja
- Baca Juga: Ramai-ramai Nazar Politik Pendukung AMIN, dari Beasiswa hingga Design Rumah Gratis
"Kita aksi Selasa nanti, supaya para polisi itu paham atas apa yang merek lakukan. Supaya ke depan, mereka tidak asal menindak. Jangan sampai hukum ini dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir orang," ujarnya. Sabtu (9/1/2024).
Agus meminta kepada pejabat Polres Pandeglang agar mengevaluasi kinerja penyidik Polsek Labuan yang dinilai tidak faham aturan. Jangan sampai, kejadian tersebut mencoreng lembaga penegakan hukum.
"Evaluasi saja, tempatkan orang yang berkompeten, yang faham dan mengerti aturan. Jangan dijadikan hukum dan pasal sebagai alat menakuti. Bedakan antara produk jurnalistik dengan pidana murni," ujarnya.
Koordinator Wilayah (Korwil) IJTI Pandeglang Dendi Sudrajat mengatakan hal serupa. Dia menyarankan agar penyidik merupakan anggota polisi yang benar-benar mengerti hukum agar persoalan yang sama tidak kembali terjadi.
"Polres harus melakukan evaluasi besar-besaran, karena tidak menutup kemungkinan para penyidik yang lain juga enggak faham dan mengerti mengenai produk jurnalistik dan aturan hukum yang mengikatnya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










