Dugaan Korupsi Prabowo Subianto Dibongkar, Beli Pesawat Bekas Qatar untuk Modal Kampanye

AKURAT BANTEN - European Investigative Order (EIO) tengah membuka penyelidikan dugaan korupsi oleh Prabowo Subianto.
Demikian bunyi berita msn.com berjudul "Indonesia Prabowo Subianto EU Corruption Investigation" itu.
Dikatakan, badan antikorupsi Eropa, The Group of States Against Corruption (GRECO), telah mengirimkan kawat ke Kedubes Amerika.
Baca Juga: Mayat Wanita dengan Leher Terpotong Hebohkan Pandeglang
Kawat itu dikirimkan ke Jakarta, pada 25 Januari. Dalam kawat itu, tertulis EIO telah membuka penyelidikan terhadap perusahaan Ceko.
Kawat itu merupakan bagian dari penyelidikan terhadap Qatar yang membeli pengaruh di antara anggota Parlemen Eropa.
Kabel tersebut meminta bantuan Departemen Luar Negeri AS dalam penyelidikan mereka terhadap korupsi di Kemenhan Indonesia.
"Khususnya yang berkaitan dengan Qatar," tulis laman berita itu, dikutip Akurat Banten, Jumat (9/2/2024).
Baca Juga: Lakukan Ini, Pahalanya Lebih Besar Daripada Sedekah Miliaran Kali
Dugaan korupsi di Kemenhan ini, diduga terkait dengan pembelian pesawat bekas milik Qatar Mirage 2000-5 seharga USD792 juta.
Dijelaskan, dari tahun 1990-an hingga 2007, Dassault Aviation menjual Mirage 2000 dengan harga antara USD23-35 juta per unit.
Namun, Prabowo telah menyetujui harga USD66 juta per unit untuk pesawat yang sudah tua tersebut.
Baca Juga: Timnas AMIN Kaget 15 Juta Orang Kunjungi Situs Tiket Kampanye Akbar di JIS
"Terkadang ketika harga suatu aset dibayar dengan harga yang terlalu tinggi, ada korupsi di dalamnya," sambung laman itu.
Ditambahkan, saat Prabowo pergi ke Uni Emirat Arab, menanyakan pesawat tempur Mirage mereka, pihak Qatar mengetahui hal itu.
Selanjutnya, pihak Qatar pun memutuskan menawarinya kesepakatan yang lebih baik, karena tahu Prabowo maju sebagai Capres.
"Sehingga ketika ia mengunjungi Doha, pada Januari 2023, mereka menawarinya Mirage beserta potongan sebesar 7 persen," jelasnya.
Baca Juga: Benarkah Jokowi Tidak Kampanye Lagi? Check Faktanya!
Potongan 7 persen itu untuk mendanai kampanye pemilu Prabowo.
"Uang suap sebesar 7 persen itu akan menghasilkan USD55,4 juta, lebih dari cukup untuk mendanai kampanye Prabowo," tukasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









