Banten

Trump Klaim Sukses Bujuk Iran-Israel Damai Lewat Diplomasi Qatar

Andi Syafrani | 24 Juni 2025, 08:49 WIB
Trump Klaim Sukses Bujuk Iran-Israel Damai Lewat Diplomasi Qatar

AKURAT BANTEN - Kabar mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengumumkan gencatan senjata antara Iran dan Israel, setelah konflik sengit selama 12 hari.

Tak lama setelah pengumuman itu, Trump dikabarkan langsung menghubungi Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, pada Selasa pagi, 24 Juni 2025. Panggilan ini jadi langkah penting di balik layar untuk meredakan ketegangan yang hampir bikin Timur Tengah makin panas.

Baca Juga: Geger! Penemuan Jasad Wanita di Sawah Tuban, Polisi Bantah Isu Kepala Putus

Seorang sumber terpercaya yang dikutip Reuters bilang, dalam obrolan singkat via telepon, Trump minta bantuan Al Thani buat membujuk Iran agar mau terima usulan gencatan senjata. Qatar, yang dikenal sering jadi penutup di konflik-konflik kawasan, tampaknya berhasil menjalankan peran diplomatiknya.

“Iran setuju dengan usulan damai yang disampaikan AS melalui kami,” kata sumber dari pemerintah Qatar, meski enggan membeberkan detail lebih lanjut soal proses negosiasi.

Baca Juga: Ibu Muda di Bekasi Lapor Pelecehan oleh Dokter RSUD, Keluarga Kejar Keadilan dan Tuntut Sanksi Etik

Panggilan Trump ke Al Thani ini datang setelah situasi memanas akibat serangan Iran ke pangkalan udara AS di Qatar. Serangan itu disebut sebagai balasan atas aksi militer AS yang menargetkan fasilitas nuklir Iran akhir pekan sebelumnya.

Konflik ini sendiri dipicu oleh serangan Israel ke wilayah Iran pada 13 Juni, yang diklaim sebagai respons atas dugaan program senjata nuklir Teheran. Iran nggak tinggal diam, melancarkan Operasi “True Promise III” yang menyasar wilayah strategis di Israel, bikin dunia khawatir konflik bakal melebar.

Baca Juga: BSU Cair Hari Ini, Cek Link Ini untuk Tahu Dapat Rp600 Ribu atau Tidak

Trump, dengan gaya khasnya, langsung memuji keberhasilan diplomasi ini lewat Truth Social.

“Keren banget! Iran dan Israel sepakat damai, dan ini semua berkat kerja keras AS dan mitra kami!” tulisnya, sambil menekankan bahwa gencatan senjata bakal mulai berlaku dalam hitungan jam.

Menurutnya, Iran akan lebih dulu menghentikan serangan, diikuti Israel dalam 12 jam, dengan harapan konflik benar-benar reda dalam 24 jam. Dia juga optimis perang yang bisa berlarut-larut ini akhirnya ketemu titik terang.

Baca Juga: KIAN MEMANAS! Balas Dendam Iran Hantam Pangkalan Udara AS di Qatar: Rudal Ditembakkan, Trump Beri Komentar Mengejutkan

Meski begitu, baik pemerintah Israel maupun Iran belum kasih pernyataan resmi soal kesepakatan ini. Beberapa analis bilang, keterlibatan Qatar sebagai mediator nggak terlalu mengejutkan, mengingat negara ini punya rekam jejak sukses di diplomasi, termasuk saat mediasi konflik Gaza di masa lalu.

“Qatar punya saluran komunikasi yang kuat dengan Iran, dan ini jadi kunci buat bikin negosiasi berjalan,” ujar Dr. Hani Mustafa, pakar Timur Tengah dari Universitas Doha, kepada Al Jazeera.

Dia juga bilang peran AS di bawah Trump, yang dikenal suka main kartu tak terduga, mungkin membantu mempercepat proses.

Baca Juga: Ternyata Begini Fakta Kiesha Alvaro Digampar Dimas Anggara Sebenarnya, Okie Agustina: 'Terjadi di Depan Mata Saya'

Tapi, nggak semua orang yakin damai ini bakal langgeng. Sejarah panjang permusuhan Iran-Israel, ditambah ketegangan AS-Iran, bikin banyak pihak skeptis.

“Gencatan senjata ini langkah bagus, tapi tanpa komitmen jangka panjang, konflik bisa muncul lagi,” kata Sarah Linton, analis keamanan dari think tank Global Peace, kepada BBC.

Baca Juga: Iran Kembali Luncurkan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memuncak

Sementara itu, Trump tetap pede, menutup pesannya dengan seruan penuh semangat: “Tuhan berkati semua pihak, dan semoga dunia lebih damai!” Waktu bakal menjawab, apakah ini awal perdamaian atau cuma jeda sementara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC