Banten

Gerbang Wisata Seharga Rp32 M di Kendari Rusak Parah, Ternyata dibuat dari Triplek, Saat ini Menjadi Tempat Burung Bertelur

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 13 September 2024, 14:33 WIB
Gerbang Wisata Seharga Rp32 M di Kendari Rusak Parah, Ternyata dibuat dari Triplek, Saat ini Menjadi Tempat Burung Bertelur

AKURAT BANTEN - Proyek pembangunan gerbang wisata Kendari-Toronipa Sulawesi Tenggara (Sultra), menelan biaya Rp32 Milyar dan selesai dibangun pada tahun 2023. Uniknya, setelah mengalami kerusakan baru diketahui kalau bahannya terbuat dari triplek.

Penjabat Gubernur Sultra, Komjen Pol. Dr (H.C) Andap Budhi Revianto memerintahkan inspektorat Pemprov Sultra untuk menyelidiki proyek pembangunan gerbang wisata tersebut.

"Secara cepat saya sampaikan kepada inspektorat, kan kalau kita berbicara ada tempus delicti, ada dimensi waktu di sana," kata Andap kepada wartawan, Kamis (12/92024).

Baca Juga: Heboh! Gerindra.org Muat Jejak Mesum Fufufafa Diduga Gibran

Nantinya setelah tim inspektorat turun, kata Andap, mereka akan melakukan penelitian dan mengaudit kondisi yang sebenarnya di gerbang wisata tersebut.

Selanjutnya, Andap mengatakan, apakah kerusakan itu akibat bahan yang digunakan tidak sesuai atau kerusakan akibat manusia.

"Tentu nanti akan diteliti dan mengaudit oleh inspektorat. Apabila ada pelanggaran hukum sepanjang kewenangan APIP, inspektorat sebagai APIP yang menangani. Apabila ada pelanggaran tertentu, lain lagi yang tangani. Nanti kita lihat," tuturnya.

Baca Juga: EDITORIAL: Dibongkar Airin, Ada Pihak yang Tidak Ingin Dirinya Maju di Pilgub Banten, Beredar Kabar, di Tawari Kursi Menteri?

Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara akan melakukan penyelidikan terkait viralnya Gerbang seharga Rp32 Miliar tersebut.

"Pasti kami akan selidiki," kata Direktur Krimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko dikutip Akurat Banten pada, Jumat (13/9/2024).

Sebagai informasi, Kondisi Gapura Wisata Pantai Toronipa, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menuai kritik dari banyak pihak karena kondisinya sangat rusak dan belakangan sudah menjadi tempat burung bertelur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.