Banten

Ini Penjelasan BMKG Sebab Gempa Magnitudo 6,4 di GORONTALO, Hingga Rusak Tempat Ibadah dan Sekolah

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 24 September 2024, 19:05 WIB
Ini Penjelasan BMKG Sebab Gempa Magnitudo 6,4 di GORONTALO, Hingga Rusak Tempat Ibadah dan Sekolah

AKURAT BANTEN - Guncangan gempa dengan magnitudo 6,4, kemudian terkoreksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi magnitudo 6,1 terjadi di Gorontalo pada Selasa, pukul 03.51 WITA.

Adapun gempa yang mengguncang Gorontalo tersebut, ternyata berdampak di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Berdasarkan keterangan Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus, mengakibatkan masjid dan gedung sekolah mengalami kerusakan.

Baca Juga: Pj Walkot Tangerang Ingatkan Para Pelajar: Jauhi Narkoba, Dampaknya Hancurkan Masa Depan!

"Terdampak dua masjid, satu unit sekolah SD," ujarnya pada, Selasa (24/09/2024).

Sementara menurut Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo Andri Wijaya mengungkapkan, penyebab gempa karena adanya aktivitas deformasi dalam lempeng Sangihe.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng Sangihe," ungkap Andri.

Baca Juga: Akhirnya, Gibran Digantikan Puan Maharani? Ini Isu dan Prediksi Beredar dari Pegiat Medsos!

Berdasarkan data hasil analisis yang dirilis BMKG, gempa bumi berlokasi di laut dengan jarak 77 kilometer arah barat daya Gorontalo pada kedalaman 132 kilometer.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik," tuturnya.

Diketahui, guncangan gempa antara III hingga IV MMI tersebut, dampaknya menyebabkan plafon PAUD Menara Ilmu dan pagar salah satu showroom mobil roboh di Kabupaten Gorontalo.

Baca Juga: Edy Sindir Bobby Nasution: Tak Bisa Bedakan antara Jalan Provinsi dengan Jalan Mulyono, Terkait Anggaran Perbaikan Jalan Rusak

Setelah gempa pada Selasa pukul 03.51 WITA tersebut, terdapat gempa susulan dengan magnitudo 2,1, 2,7 dan 2,9.

"Mudah-mudahan semakin ke depan frekuensinya mulai menurun dan kita dalam posisi keadaan stabil atau normal baik," katanya.

Selanjutnya, BMKG mengimbau agar masyarakat agar tidak panik dan selalu update informasi dari kanal-kanal BMKG yang telah terverifikasi kebenarannya.

Baca Juga: Virgojanti: Ketersediaan Pangan di Provinsi Banten Masih Cukup Tersedia, Tambahan Cadangan Beras melalui Sumber Dana Insentif Daerah (DID)

BMKG juga berharap kepada masyarakat, jangan terprovokasi atau terpengaruh oleh berita hoaks yang menyesatkan dan tidak bertanggung jawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.