Banten

Demi Kemajuan Pendidikan Agama, Pj Bupati Tangerang Minta FSPP Tangerang Minta Kuatkan Ukhuwah

Berlian Rahmah Dewanto | 30 Oktober 2024, 23:18 WIB
Demi Kemajuan Pendidikan Agama, Pj Bupati Tangerang Minta FSPP Tangerang Minta Kuatkan Ukhuwah

AKURAT BANTEN, TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, melalui program yang berfokus pada peningkatkan kualitas pendidikan keagamaan atau religi, salah satunya melalui sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Untuk itu, Pejabat (Pj) Bupati Tangerang Andi Ony meminta Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) agar mengokohkan ukhuwah di kalangan pesantren dan ulama.

Pj Bupati Tangerang Andi Ony, saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dan Rapat Kerja FSPP Kabupaten Tangerang Masa Khidmat 2024-2029, mengatakan, meminta Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) harus terus menjadi wadah yang menyatukan para ulama dan pengelola pesantren dalam memperkokoh ukhuwah.

Baca Juga: Satpol PP dan Dinsos Kabupaten Tangerang, Tertibkan PMKS di 5 Kecamatan Untuk Ciptakan Lingkungan Tertib dan Aman bagi Aktivitas Masyarakat

Adapun ukwah yang dimaksud, yaitu, "Membangun komunikasi yang lebih baik, dan memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan pendidikan keagamaan di Kabupaten Tangerang,” ujar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Rabu (30/10/24).

Menurutnya, Pemkab Tangerang mendukung berbagai upaya dan langkah berbagai lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pesantren yang merupakan lembaga yang mendidik generasi muda agar memiliki akhlak mulia, ilmu pengetahuan, dan keterampilan yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Peranannya juga sangat penting dalam membangun moral dan karakter generasi generasi bangsa.

“Kami dari pemerintah daerah akan senantiasa mendukung pondok-pondok pesantren untuk maju. Saya juga berharap dukungan dari berbagai pihak maupun masyarakat yang bersama-sama berkolaborasi untuk memajukan pesantren.

Dengan adanya sinergi antar pondok pesantren dan kerja sama dengan pemerintah daerah, Insya Allah, kita dapat mewujudkan Kabupaten Tangerang yang lebih maju, religius, dan harmonis,” jelasnya.

Baca Juga: Pj Bupati Tangerang, Tinjau Budidaya Hidroponik, Temui Kelompok Wanita Tani

Ungkap Andi, juga berpesan kepada seluruh Pengurus Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Tangerang Masa Khidmat 2024-2029 yang dilantik untuk menjalankan tugas dan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya.

Dalam hal ini, bukan hanya untuk kepentingan organisasi semata tapi juga kemaslahatan umat sehingga seluruh program kerja yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik dan sesauai dengan harapan yang terlah ditetapkan

Sementara itu, Ketua Presidium FSPP Propinsi Banten, KH Sulaiman Effendi mengungkapkan, Forum Silahturahmi Pondok Pesantren merupakan ide tokoh Banten KH Ahmad Rifai Arief yang berasal dari Kabupaten Tangerang.

“Tujuan awal dari forum silahturahmi ini adalah untuk mempererat persatuan dan silahturahmi, berdikusi, saling isi mengisi dari para tokoh, kyai, dan pemilik pondok untuk kepentingan dan kemajuan pondok serta umat,” ungkapnya.

Baca Juga: Pertemuan Faldo-Fadhlin dengan Jokowi, Pengamat : Ini Kemajuan Perpolitikan Kita

FSPP adalah wadah bagi semua golongan dan umat yang mempunyai visi dan misi memajukan pondok pesantren demi kepentingan yang luhur dan abadi.

Artinya, Netralitas merupakan salah satu kekuatan dari FSPP dan mengutamakan kepentingan yang abadi di atas kepentingan pribadi dan golongan.

“Kalau FSPP ini ditarik-tarik untuk kepentingan sesaat, FSPP ini akan hancur dan mati. Kekuatan kita ada di netralitas itu sendiri, selain itu kita netral, kita juga berprinsip mengutamakan kepentingan yang abadi di atas kepentingan pribadi dan golongan serta berdiri di tengah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, juga hadir Wapres RI ke-13 Ma’aruf Amin yang memberikan ceramah dan penguatan pendidikan kepada seluruh anggota FSPP. Dia berpesan agar seluruh komponen pesantren, alim ulama dan santri terus maju dan mengembangkan diri, termasuk dalam hal berpolitik.

Baca Juga: Warga Kunciran Tangerang Curhat Soal UMKM dan PJU saat Faldo-Fadhlin Blusukan

“Kita harus paham politik, karena setiap keputusan dan kebijakan itu diambil secara politis. Tidak harus terlibat langsung tapi kita memahami bagaimana menyalurkan hal hak politik kita untuk kepentingan bersama dan umat,” ungkapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.