Siaga Api Sejak Dini! Ratusan Anak TK di Sobang Ikuti Sosialisasi Pengenalan pemadam kebakaran

AKURAT BANTEN - Kecamatan Sobang baru saja menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran yang seru dan edukatif bagi ratusan anak Taman Kanak-Kanak (TK).
Sebanyak 190 siswa dari 20 TK di Kecamatan Sobang mengikuti kegiatan simulasi pemadaman kebakaran.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran akan bahaya api sejak usia dini dan membekali mereka dengan pengetahuan dasar tentang pencegahan kebakaran.
Baca Juga: Pembangunan Proyek IKN Terancam Mangkrak, Anggaran Masih Diblokir Menteri Keuangan
Selama kegiatan, para siswa diajak untuk mengenal berbagai penyebab kebakaran, seperti bermain api, korsleting listrik, atau membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, mereka juga diajarkan tentang tanda-tanda awal kebakaran, seperti munculnya asap tebal atau bau menyengat.
Yang paling menarik adalah simulasi pemadaman kebakaran mini. Dengan bimbingan petugas pemadam kebakaran, anak-anak diajarkan cara menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan cara evakuasi yang benar saat terjadi kebakaran.
Wajah-wajah ceria terlihat saat mereka mencoba menyemprotkan air dengan selang semprot.
Dengan mengajarkan mereka tentang bahaya kebakaran sejak dini, diharapkan mereka dapat menjadi duta keselamatan di lingkungan sekitar.
Mereka akan lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran dan dapat menyampaikan pesan ini kepada keluarga dan teman-temannya.
Baca Juga: Dede Yusuf Usulkan Honorer yang Sudah Bekerja 10 Tahun, Bisa Langsung Diangkat PNS Tanpa Tes
Sosialisasi pencegahan kebakaran bagi anak usia dini merupakan langkah yang sangat penting dilakukan.
Dengan memberikan edukasi sejak dini, kita dapat menciptakan generasi yang lebih sadar akan bahaya kebakaran dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat terjadi kebakaran.
Acara sosialisasi kemudian ditutup dengan penyemprotan air ke atas para siswa oleh petugas Pemadam kebakaran***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









