Banten

Kenaikan Harga Emas Diprediksi Dapat Tembus Rp. 2 Juta per Gram, Dipicu Kondisi Ekonomi Global

Syahganda Nainggolan | 11 Februari 2025, 11:10 WIB
Kenaikan Harga Emas Diprediksi Dapat Tembus Rp. 2 Juta per Gram, Dipicu Kondisi Ekonomi Global

AKURAT BANTEN - Harga emas diprediksi terus mengalami kenaikan sepanjang tahun ini dan berpotensi menembus Rp2.000.000 per gram.

Kenaikan ini didorong oleh berbagai faktor, terutama ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan dunia.

Baca Juga: Firdaus Oiwobo Resmi Dipecat, Pertanyakan Siapa yang Naikkan Dia Ke Atas Meja di Persidangan

President Director PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menyatakan bahwa prospek kenaikan harga emas masih sangat terbuka.

Dalam setahun, ia memperkirakan harga emas bisa naik sekitar Rp600.000 per gram dari harga saat ini.

Menurutnya, tren ini selaras dengan kondisi ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian serta kebijakan moneter di berbagai negara.

"Saat ini, investor masih menjadikan emas sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak ekonomi global. Ketidakpastian kebijakan di Amerika Serikat, khususnya di bawah kepemimpinan Donald Trump, menjadi salah satu faktor yang mendorong harga emas terus naik," ujar Ariston, Minggu (9/2/2025).

Baca Juga: Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Resmi Menikah, Kejutkan Para Warganet

Selain itu, Ariston menambahkan bahwa inflasi tinggi, potensi perlambatan ekonomi, serta ketidakpastian kebijakan suku bunga dari bank sentral dunia juga ikut menopang kenaikan harga emas.

Para investor cenderung mengalihkan aset mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti emas, untuk menghindari risiko besar di pasar keuangan.

Dengan tren ini, masyarakat yang ingin berinvestasi emas disarankan untuk memantau pergerakan harga dan mencari momen terbaik sebelum membeli.

Kenaikan harga emas yang signifikan bisa menjadi peluang investasi yang menguntungkan, terutama bagi mereka yang berorientasi pada investasi jangka panjang.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.