Banten

TRAGEDI KOSAMBI: Bocah 4 Tahun Tak Bersalah Tewas Dibakar Hidup-Hidup, Polisi Buru Sekuriti Bandara Soetta!

Saeful Anwar | 29 April 2025, 10:23 WIB
TRAGEDI KOSAMBI: Bocah 4 Tahun Tak Bersalah Tewas Dibakar Hidup-Hidup, Polisi Buru Sekuriti Bandara Soetta!

 

AKURAT BANTEN-Sebuah tragedi pilu mengguncang Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, di mana seorang Bocah 4 tahun tak bersalah tewas dibakar hidup-hidup, Polisi Buru Sekuriti Bandara Soetta.

MA, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan terbakar di sebuah rumah kontrakan. 

Aparat kepolisian bergerak cepat dan kini tengah memburu seorang pria berinisial HB (38), yang berprofesi sebagai sekuriti di Bandara Soekarno-Hatta, sebagai terduga pelaku dalam kasus keji ini.

Baca Juga: GEGER! BPK Ungkap Kerugian Negara Rp1 Triliun di Kasus Investasi PT Taspen, KPK Bergerak Cepat

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, mengungkapkan pada Senin (28/4/2025) bahwa identitas terduga pelaku berhasil diidentifikasi berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk ibu kandung korban.

"Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk ibu kandung korban, laki-laki berinisial HB usia 38 tahun adalah terduga pelaku," tegas Kombes Pol. Zain dalam keterangannya.

Hingga berita ini diturunkan, HB masih belum berhasil diamankan dan keberadaannya menjadi buruan utama tim khusus yang telah dibentuk oleh Polres Metro Tangerang Kota.

Baca Juga: Gubernur Gercep, Jembatan Bolong Penghubung Ujung Kulon Kini Mulus!

"Identitasnya sudah kami kantongi. Masih terus kami cari. Informasi lebih lengkap akan kami sampaikan," lanjut Kapolres.

Kronologi Kejadian 

Peristiwa tragis ini terungkap saat ibu korban, F alias J, mencari keberadaan putranya di rumah kontrakan mereka.

Namun, pintu kontrakan didapati terkunci rapat. Betapa terkejutnya sang ibu ketika akhirnya menemukan MA sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh terbakar.

Baca Juga: Ratu Tatu Raih Penghargaan Top Pembina BUMD Tujuh Kali Berturut-turut

Polisi yang segera tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP secara intensif dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi. 

Dugaan kuat mengarah pada tindak pidana kekerasan terhadap anak sebagai penyebab kematian tragis MA.

Baca Juga: QRIS Mendunia: Langkah Berani Indonesia di Tengah Gejolak Global

Tim Forensik Polda Metro Jaya Turun Tangan

Keseriusan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini semakin terlihat dengan diterjunkannya Tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Polda Metro Jaya ke lokasi kejadian pada Senin (27/4/2025). 

Mereka melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mengungkap tabir kelam di balik kematian bocah malang tersebut.

"Ya, tim inafis melakukan olah TKP dan nanti hasilnya akan disampaikan," ujar Kombes Pol Zain Dwi Nugroho di lokasi kejadian.

Baca Juga: Fenomena 'Warung Madura Baju Kuning', Video Durasi 2 menit 47 detik Menggemparkan TikTok!

Selain luka bakar yang menjadi penyebab utama kematian, polisi juga menduga adanya tindak penganiayaan yang dialami korban sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbakar.

"Kita duga korban juga mendapatkan tindak penganiayaan. Namun, masih kita tindaklanjuti, sambil mengejar pelaku dan memeriksa para saksi," pungkas Kapolres.

Kasus tragis ini sontak menimbulkan duka mendalam dan keprihatinan di tengah masyarakat. 

Baca Juga: 7 Cara Cerdas Menjaga Privasi di Era Digital: Jangan Sampai Data Pribadimu Bocor!

Pemburuan terhadap terduga pelaku terus dilakukan dan pihak kepolisian berjanji akan segera memberikan informasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini. 

Masyarakat pun berharap agar pelaku segera tertangkap dan mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan kejinya (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman