Banten

Amarah Jenderal: Gatot Nurmantyo Tantang Hercules, 'Kau Preman, Bukan Pejuang!'

Saeful Anwar | 1 Mei 2025, 15:02 WIB
Amarah Jenderal: Gatot Nurmantyo Tantang Hercules, 'Kau Preman, Bukan Pejuang!'

AKURAT BANTEN-Panggung politik Indonesia kembali memanas. Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, meluapkan amarahnya yang membara terhadap Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rozario Marshal. 

Konflik ini dipicu oleh pernyataan kontroversial Hercules yang dinilai merendahkan martabat para purnawirawan TNI.

Ketegangan ini bukan sekadar adu mulut, melainkan pertarungan simbolik yang menyentuh isu sensitif tentang kehormatan, kekuasaan, dan peran purnawirawan dalam dinamika politik nasional.

Baca Juga: Silaturahmi Strategis: APKLI Gandeng Pemkab Wujudkan PKL Sejahtera

Pemicu Konflik

Semua bermula dari tuntutan Forum Purnawirawan TNI-Polri yang menyoroti jabatan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Hercules, dalam responsnya, justru melontarkan sindiran pedas yang dianggap menghina. "Katanya mau kudeta presiden, kepala kamu saya kudeta, tulis itu," ucap Hercules, meremehkan tuntutan para purnawirawan.

Tak hanya itu, ia juga mengkritik keras Sutiyoso, purnawirawan jenderal bintang tiga, terkait pernyataannya tentang ormas yang berpakaian mirip tentara.

Baca Juga: Pidato Prabowo Subianto di May Day: Janji Berantas Kemiskinan dan Ungkap 'Maling' Kekayaan Negara

Gatot Nurmantyo Murka: "Preman Berbaju Ormas!"

Amarah Gatot Nurmantyo memuncak. Dalam sebuah acara bersama tokoh-tokoh nasional, ia dengan tegas mengecam sikap Hercules yang dianggap tidak sopan dan sewenang-wenang.

"Ingat kau dulu, kok kau ngomong seenaknya kayak gitu. Tidak sopan, sudah jadi raja kau?" ujar Gatot dengan nada tinggi.

Gatot bahkan menyebut Hercules sebagai "preman yang memakai seragam ormas" dan menantangnya untuk membuktikan diri sebagai pejuang rakyat.

Baca Juga: Polda Banten Tetapkan Tersangka Oknum Pengoplos BBM di SPBU Serang

"Kamu itu kan preman memakai pakaian ormas. Saya bisa buktikan kau itu preman," tandasnya.

Ia juga menyinggung insiden penyerangan polisi di Depok, menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah pelecehan terhadap negara dan hukum.

Baca Juga: Provinsi Banten Tempati Urutan Pertama, Kategori Udara Terburuk di Indonesia

Kontroversi Revisi UU Ormas

Sebelumnya, Sutiyoso, yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, mendukung wacana revisi UU Ormas yang digulirkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Sutiyoso, yang memiliki pengalaman bersinggungan dengan ormas yang bertindak seperti preman, merasa perlu adanya penertiban, termasuk dalam hal tata cara berpakaian.

Pernyataan Sutiyoso inilah yang memicu kekesalan Hercules. "Kaya Pak Sutiyoso itu ngapain, Pak Sutiyoso itu gak usahlah menyinggung ormas, sudahlah kalau saya bilang mulutmu sudah bau tanah. Gak usah nyinggung-nyinggung kita," tegas Hercules, menunjukkan ketidaktakutannya terhadap Sutiyoso.

Baca Juga: Jelang Purna Tugas, Ratu Tatu Dapat Apresiasi dari Serikat Buruh Kabupaten Serang

Konflik ini bukan sekadar perseteruan pribadi, melainkan mencerminkan dinamika hubungan antara purnawirawan TNI, ormas, dan kekuasaan politik.

Pernyataan Gatot Nurmantyo yang keras menunjukkan bahwa kehormatan dan martabat purnawirawan adalah hal yang tidak bisa ditoleransi untuk diremehkan.

Di sisi lain, respons Hercules yang agresif menunjukkan adanya kekuatan ormas yang merasa perlu membela diri dari kritik.

Baca Juga: Kolaborasi Kecamatan hingga Warga: Kunci Baru Jakarta Barat Tekan Stunting di 2025

Wacana revisi UU Ormas pun menjadi sorotan, memicu perdebatan tentang batasan kebebasan organisasi masyarakat dan perlunya penertiban (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman