Cegah Ledakan Populasi dan Rabies, Jakarta Barat Sterilkan Ratusan Kucing dan Anjing Sejak Awal 2025

Akurat Banten - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) terus menggencarkan program sterilisasi terhadap hewan penular rabies (HPR), seperti kucing dan anjing.
Langkah ini diambil untuk menekan peningkatan populasi sekaligus mencegah potensi penyebaran rabies di wilayah tersebut.
“Sampai 19 April 2025, kami telah melakukan sterilisasi terhadap 121 hewan penular rabies,” ujar Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Novy Palit.
Baca Juga: Ricuh di Hari Buruh, 13 Orang Ditangkap karena Tindakan Anarkis di Depan Gedung DPR
Ratusan hewan yang telah disterilkan terdiri dari 40 ekor kucing jantan, 40 ekor kucing betina, 19 ekor anjing jantan, dan 22 ekor anjing betina.
Menurut Novy, sterilisasi memiliki manfaat ganda. Selain mengendalikan populasi HPR, tindakan ini juga menjaga kesehatan hewan peliharaan serta meningkatkan kenyamanan lingkungan masyarakat.
“Sterilisasi juga mengurangi risiko penyakit dan agresivitas pada hewan,” tambahnya.
Program sterilisasi ini melibatkan dokter-dokter hewan profesional dari Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan, Dinas KPKP DKI Jakarta.
Baca Juga: Amarah Jenderal: Gatot Nurmantyo Tantang Hercules, 'Kau Preman, Bukan Pejuang!'
Mereka menangani setiap prosedur dengan ketat dan sesuai standar medis.
“Kami bekerja sama dengan tim dokter dari Dinas KPKP untuk memastikan prosedur berjalan aman,” jelas Novy.
Dokter hewan Ari dari pusat pelayanan tersebut mengungkapkan bahwa ada sejumlah syarat sebelum hewan dapat disterilkan.
Khusus untuk kucing, harus berusia minimal enam bulan dan dalam kondisi sehat.
Selain itu, kucing juga harus menjalani puasa agar lambung kosong sebelum proses anastesi.
“Anastesi dilakukan selama 10 menit, kemudian proses operasi sterilisasi berlangsung sekitar 20 menit,” ujar Ari.
Baca Juga: Jelang Purna Tugas, Ratu Tatu Dapat Apresiasi dari Serikat Buruh Kabupaten Serang
Setelah prosedur selesai, kucing diberikan antibiotik dan multivitamin untuk mencegah peradangan.
Jika hewan sudah sadar, pemilik bisa langsung membawanya pulang.
Sebagai penanda, kucing yang telah disterilkan akan dipasangkan tanda khusus berupa potongan kecil pada telinganya atau eartip.
Ini menjadi identifikasi bahwa hewan tersebut telah melalui proses sterilisasi.
Dengan langkah terstruktur ini, Jakarta Barat berharap populasi HPR bisa terkendali dan potensi penyebaran rabies diminimalkan secara efektif.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










