Banten

Listrik, Emas, dan Bawang Merah Picu Inflasi di Jatim Tembus 0,93 Persen

Moehamad Dheny Permana | 4 Mei 2025, 08:41 WIB
Listrik, Emas, dan Bawang Merah Picu Inflasi di Jatim Tembus 0,93 Persen

Akurat Banten - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat terjadinya inflasi sebesar 0,93 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada April 2025.

Kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga sejumlah komoditas utama, seperti tarif listrik, emas perhiasan, angkutan udara, bawang merah, kelapa, santan jadi, tomat, dan sigaret kretek mesin (SKM).

Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, dalam konferensi pers di Surabaya menyebutkan bahwa tarif listrik memberikan andil tertinggi terhadap inflasi bulan April dengan inflasi mencapai 33,67 persen, berkontribusi 0,99 persen terhadap inflasi keseluruhan.

Baca Juga: Harga Emas Turun Serentak! Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun Rp10.000 Hari Ini

Kenaikan ini terjadi karena berakhirnya diskon 50 persen tarif listrik, sehingga tagihan kembali normal.

Selanjutnya, emas perhiasan mencatat inflasi sebesar 12,63 persen dengan andil 0,2 persen.

Hal ini disebabkan oleh naiknya harga emas dunia yang turut memengaruhi harga emas di dalam negeri.

Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi antara lain angkutan udara dengan inflasi 6,46 persen (andil 0,08 persen), bawang merah 7,18 persen (andil 0,03 persen), dan kelapa 24,86 persen (andil 0,03 persen).

Baca Juga: Kumuh dan Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Kramat Jati Tagih Janji Revitalisasi!

Kenaikan harga kelapa dipicu oleh meningkatnya ekspor ke Tiongkok yang menyebabkan stok dalam negeri berkurang.

Selain itu, santan jadi mencatat inflasi 14,38 persen (andil 0,02 persen), tomat naik 9,03 persen (andil 0,01 persen), dan sigaret kretek mesin (SKM) naik 0,56 persen (andil 0,01 persen).

Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) April 2025 terhadap Desember 2024 mencapai 1,23 persen, sedangkan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) April 2025 terhadap April 2024 tercatat sebesar 1,35 persen.

Baca Juga: Firsta Yufi Amarta Puteri Terpilih Jadi Puteri Indonesia 2025: Ini Profil dan Kiprahnya

Dari 11 kabupaten/kota yang disurvei, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Kediri sebesar 1,33 persen, sedangkan yang terendah di Kabupaten Gresik dengan 0,39 persen.

Kota/kabupaten lain yang menonjol meliputi Tulungagung (1,11 persen), Surabaya (1,09 persen), dan Kota Malang (1,07 persen).

Data ini mencerminkan dinamika harga yang terjadi di Jawa Timur dan menjadi perhatian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.