Perang Pecah! India Luncurkan Rudal ke Pakistan, Sebabkan Delapan Korban Jiwa

AKURAT BANTEN - India resmi serang Pakistan menggunakan rudal pada hari Rabu, 7 Mei 2025 dini hari.
Akibat serangan tersebut delapan orang warga sipil di Pakistan menjadi korban jiwa termasuk anak-anak meninggal dunia.
Dilansir dari instagram @fakta.indo bahwa New Delhi melakukan serangan tersebut sebagai operasi presisi terhadap kamp teroris di sembilan titik yang berada di Kahsmir di bawah kekuasaan Pakistan.
Baca Juga: Tahun 1980an Banyak Istri Melarang Suami Melakukan Vasektomi, Ini Ternyata Alasannya!
Tak hanya itu, disusul pula dengan tuduhan bahwa Islamabad berada di balik serangan yang dilakukan pada 22 April di Pahalgam dan sebabkan 26 orang tewas.
Militer India menjelaskan bahwa serangan yang dilakukan secara terarah, terukur dan tidak provokatif.
Namun sebaliknya, Pakistan membantah pernyataan tersebut dan menyebut bahwa India justru menyerang warga sipil di enam lokasi dan bukan berada di kamp militer.
Baca Juga: Prahara Tak Kunjung Usai, Lisa Mariana Resmi Gugat RK di Pengadilan Negeri Bandung
Tak tinggal diam, Menteri Pertahanan Pakistan menegaskan bahwa negaranya akan membalas serangan India karena memiliki hak.
Perdana Menteri Pakistan menyebut bahwa tindakan yang dilakukan India pengecut dan tidak beralasan logis.
Akibat ketegangan dari dua negara ini memicu kekhawatiran dunia akan pecahnya perang nuklir karena kedua negara bersenjatakan nuklir.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kian Melejit! Rabu 7 Mei 2025 Naik Hingga Rp27 Ribu, Cek Daftar Harganya Berikut!
Hal tersebut dipicu karena kontak senjata sering terjadi setiap malam harisejak 24 April di sepanjang perbatasan.
Juru bicara Sekjen PBB memberikan peringatan bahwa dunia tidak akan sanggup ditambah perang antara India dan Pakistan.
Karena ketegangan ini, India juga akan menutup akses air sehingga air hanya mengalir di India saja, tidak ke luar daerah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









