Diduga Batalkan Proyek Secara Sepihak, PT JMR Dilaporkan ke KPPU dan DPR RI

AKURAT BANTEN - Direktur PT Narwastu Naga Kinjes, Cecep Supriadi, melaporkan PT Jawa Manis Rafinasi (JMR) ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Komisi III DPR RI, Senin (26/5/2025). Laporan ini dilayangkan karena dugaan pembatalan sepihak terhadap proyek lelang yang telah dimenangkan oleh perusahaannya.
Menurut Cecep, permasalahan berawal pada 16 Agustus 2023 ketika PT Narwastu Naga Kinjes menerima undangan dari PT Wilmar Group induk perusahaan PT JMR untuk mengikuti lelang pekerjaan pembongkaran scrap dan penjualan ex boiler gas, ex molases tank, serta ex vacuum pan di lokasi PT JMR Cilegon.
"Lelang itu dimenangkan oleh perusahaan saya," ujar Cecep.
Namun setelah dinyatakan sebagai pemenang, pihak PT JMR meminta perusahaannya untuk berkoordinasi dengan Muhammad Salim alias Abah Salim, Ketua Kadin Cilegon sekaligus pemilik PT Cahaya Bintang Sejati, salah satu peserta lelang lainnya.
Baca Juga: Waspada Oknum Mengaku Polisi! Polres Metro Jakut Imbau Warga Minta Surat Tugas dan Identitas
Dalam pertemuan dengan Abah Salim, Cecep mengaku diminta memenuhi sejumlah syarat yang dinilainya memberatkan, meskipun ia enggan membeberkan rinciannya.
Pada 2 Januari 2024, PT JMR tetap menerbitkan sales order (SO) untuk empat paket pekerjaan yang dimenangkan oleh PT Narwastu Naga Kinjes. Menindaklanjuti hal tersebut, perusahaan Cecep mengirimkan alat berat ke lokasi proyek.
"Ketika alat berat kami sudah masuk dan akan mulai bekerja, justru dihadang oleh pihak keamanan PT JMR dengan alasan belum ada izin dari pimpinan, padahal SO sudah mereka keluarkan," kata Cecep.
Pekerjaan pun tak pernah terlaksana. Cecep mengklaim, akibat pembatalan sepihak ini, pihaknya mengalami kerugian hingga Rp200 juta, termasuk biaya sewa alat berat, pembuatan seragam untuk 25 karyawan, dan operasional lainnya.
Baca Juga: Aksi Jual Motor Curian Gagal! Tiga Remaja Dibekuk Polisi di Kemayoran
Tak hanya PT JMR, Cecep juga telah melaporkan Abah Salim ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten pada 24 September 2024 atas dugaan pemerasan.
"Saya hanya menuntut keadilan atas hak saya. Pekerjaan sudah dimenangkan dan SO sudah diterbitkan, tapi pada akhirnya kami tidak bisa mengerjakannya," pungkas Cecep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










