Beras Bulog Akan Dikirim ke Daerah Mahal, Wilayah Murah Diminta Sabar

AKURAT BANTEN - Pemerintah memastikan bahwa beras murah dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tak akan disalurkan secara merata ke semua wilayah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, bantuan beras produksi Bulog itu akan difokuskan pada daerah-daerah dengan harga beras yang tergolong tinggi, seperti wilayah Papua Pegunungan dan Nias, Sumatera Utara.
Baca Juga: Usai Tumbang dari Filipina, Timnas Basket U16 Siap Bangkit Lawan Vietnam
"SPHP kita akan gelontorkan pada daerah yang harganya tinggi. Contoh, Papua Pegunungan, Nias. Jadi pada tempat-tempat tertentu," ujar Amran saat memberikan keterangan di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (28/5).
Amran menjelaskan, kebijakan ini sengaja diambil agar tidak memicu tekanan harga di wilayah-wilayah yang harga berasnya masih di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Menurutnya, distribusi beras SPHP ke daerah yang harga berasnya sudah rendah justru bisa merugikan petani.
Baca Juga: Pelaku Penculikan Guru SD di Cirebon Berhasil Dibekuk Polisi, Korban Selamat Setelah Melarikan Diri
"Kalau harga di suatu daerah sudah rendah atau bahkan di bawah HPP, jangan sampai ada distribusi SPHP. Kenapa? Karena itu akan makin menekan harga di tingkat petani, dan bisa membuat mereka terpuruk," jelasnya.
Menanggapi kabar soal harga beras yang disebut melonjak di sejumlah daerah, Amran justru menyebut bahwa harga beras secara nasional menunjukkan tren penurunan. Ia merujuk pada data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
"Oh enggak, bukan. Kan turun harga beras baru-baru ini. Kemarin pengumuman BPS turun 0,015," katanya.
Ia menambahkan, stok beras secara nasional saat ini masih mencukupi, bahkan dalam kondisi aman. Potensi kenaikan harga, kata Amran, tetap ada, terutama setelah musim panen selesai. Namun, pemerintah terus menjaga ketersediaan stok agar harga tetap stabil.
Baca Juga: Prabowo dan Presiden Macron Sambangi Candi Borobudur, Jadi Saksi Tempat Penandatanganan Kerjasama
Di kesempatan yang sama, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, menyatakan bahwa pihaknya siap menyalurkan beras SPHP jika sudah menerima penugasan resmi dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa stok beras di gudang Bulog dalam kondisi melimpah.
"Pada prinsipnya Bulog menunggu penugasan. Kita akan siap kapan ditugaskan untuk menggelontorkan. Apakah untuk SPHP, apakah dalam bentuk lain... Kami siap," ujarnya.
Baca Juga: Bus Pariwisata Terbakar di Tol Cikampek, 50 Penumpang Selamat tapi Barang Ludes Dilalap Api
Meski hingga kini Bulog belum mendapatkan instruksi resmi, sinyal-sinyal penugasan dari pemerintah menurut Prihasto sudah mulai terlihat. Namun, soal kapan tepatnya distribusi dimulai, pihaknya belum bisa memberikan kepastian.
"Kapannya kita belum tahu. Bukan kapasitas saya untuk menentukan kapan. Tapi yang jelas prinsipnya Bulog ditugaskan, siap. Karena barangnya banyak," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







