Banten

Awas! Dedi Mulyadi Ancam Jabatan Purwanto: Gagal Tangani Jam Malam Anak, Kadisdik Jabar Wajib Mundur!

Saeful Anwar | 30 Mei 2025, 07:12 WIB
Awas! Dedi Mulyadi Ancam Jabatan Purwanto: Gagal Tangani Jam Malam Anak, Kadisdik Jabar Wajib Mundur!

AKURAT BANTEN – Kursi panas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang baru diduduki Purwanto kini berada di ujung tanduk.

Bukan karena masalah anggaran atau kurikulum, melainkan sebuah ultimatum tegas dari Penjabat Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Jika gagal melaksanakan tugas berat yang diemban, Purwanto diminta untuk lengser dari jabatan bergengsi tersebut!

Baca Juga: Brutal! Gegara Derita Depresi, Seorang Pria Bacok 7 Orang Tetangga saat Menjenguk

Lantas, tugas krusial apa yang membuat jabatan seorang Kepala Dinas Pendidikan terancam?

Misi Penyelamatan Generasi Muda: Penegakan Kebijakan Jam Malam

Dalam pidato pelantikan pejabat Pratama di area BYD pada Rabu (28/5/2025), KDM secara lugas meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk serius menangani kebijakan jam malam bagi anak-anak di Jawa Barat.

Ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah instruksi yang harus dipatuhi tanpa kompromi.

"Saya enggak boleh main-main lagi, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah mengedarkan jam malam. Jam 21.00 WIB anak sekolah harus kembali ke rumahnya," tegas Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Buntut Kecelakaan Maut, Polisi Bongkar Upaya Licik Ganti Pelat Nomor Mobil BMW Cristiano

KDM menambahkan pengecualian bagi anak-anak yang memang berada di luar karena alasan mendesak, seperti didampingi orang tua, sakit, atau sedang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun, di luar itu, tidak ada toleransi.

Ancaman di Balik Kegagalan: Masa Depan Jawa Barat Taruhannya

Dedi Mulyadi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan anak-anak Jawa Barat yang masih berkeliaran di atas jam 21.00 WIB.

Ia tidak ingin mendengar adanya kejadian atau peristiwa buruk menimpa pelajar di luar jam tersebut.

Baca Juga: Momen Langka di Borobudur: Presiden Macron Sentuh Patung Budha di Stupa Tertinggi, Didampingi Prabowo

"Nanti, saya tidak mau mendengar ada kejadian atau peristiwa jam 21.00 WIB menimpa anak pelajar SMA di Jawa Barat," ujarnya dengan nada serius.

Inilah poin krusialnya: KDM mengultimatum Kepala Dinas Pendidikan untuk mundur jika kasus-kasus tersebut masih terjadi.Mengapa sampai segitunya?

Menurut KDM, Kepala Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk mengkoordinasikan seluruh pihak di Jawa Barat.

Baca Juga: EastJakFest 2025: Festival Pertanian Inovatif di Jantung Jakarta Timur, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan

"Kepala dinas harus mengkoordinasikan seluruh Jawa Barat, setiap malam dia harus bisa connecting dengan Kapolres, dia connecting dengan Kapolsek, dia connecting dengan para kepala desa, dia connecting dengan para kepala kelurahan untuk memastikan anak Jawa Barat itu aman," jelasnya.

Jawa Barat dalam Sorotan Nasional: Antara Pujian dan Hinaan

Alasan di balik penekanan KDM ini sangat jelas: Jawa Barat saat ini menjadi sorotan utama di mata seluruh rakyat Indonesia.

Setiap kejadian, sekecil apa pun, di provinsi ini akan memiliki dampak yang signifikan.

Baca Juga: Libur Panjang Akhir Mei, Yogyakarta hingga Malang Jadi Primadona Tujuan KA dari Jakarta

"Kenapa? Karena ingat hari ini, jarum jatuh di Jawa Barat akan menjadi peristiwa yang menggemparkan Indonesia. Kenapa?

Sudut pandang mata hari ini tertuju ke Jawa Barat baik akan memotivasi berbagai daerah, buruk kita akan menjadi hinaan banyak orang," pungkas Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Empat Juru Parkir Liar Diamankan dan Atribut Ormas Ditertibkan, Kalideres Disapu Bersih

Dengan demikian, keberhasilan Purwanto dalam menegakkan kebijakan jam malam ini bukan hanya tentang disiplin siswa, tetapi juga tentang menjaga nama baik dan martabat Provinsi Jawa Barat di mata nasional.

Akankah Purwanto mampu memenuhi ekspektasi tinggi ini dan menyelamatkan jabatannya? Hanya waktu yang akan menjawab (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman