Banten

Ancaman Bom di Udara! Pesawat Jamaah Haji Saudia Airlines Dievakuasi ke Medan

Moehamad Dheny Permana | 18 Juni 2025, 04:36 WIB
Ancaman Bom di Udara! Pesawat Jamaah Haji Saudia Airlines Dievakuasi ke Medan

Akurat Banten - Perjalanan ibadah haji yang semestinya penuh ketenangan mendadak berubah menjadi situasi genting.

Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5276, yang mengangkut ratusan jamaah haji dari Jeddah menuju Jakarta, harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, usai munculnya ancaman bom yang dikirim lewat email.

Ancaman diterima sekitar pukul 07.30 WIB oleh pihak PT Angkasa Pura.

Email tersebut berisi pesan dari pengirim tak dikenal yang menyebut adanya bahan peledak di dalam pesawat.

Baca Juga: Aksi Sigap Petugas Gagalkan Ancaman Bom di Pesawat Saudia Airlines

Pihak otoritas bandara langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi keamanan untuk merespons cepat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa langkah pengalihan penerbangan ke Medan dilakukan demi keselamatan seluruh penumpang dan kru.

“Evakuasi ini dilakukan setelah kami menerima laporan adanya ancaman bom melalui surat elektronik. Kami langsung mengaktifkan pusat kendali darurat untuk menanggulangi situasi ini,” ujar Lukman.

Sebanyak 442 penumpang, yang merupakan bagian dari Kloter 12 JKS, terdiri dari 207 jamaah pria dan 235 jamaah wanita, langsung dievakuasi setelah pesawat mendarat di lokasi parkir terisolasi.

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati, sesuai protokol keamanan penerbangan.

AirNav Indonesia pun mengonfirmasi bahwa pilot memutuskan untuk divert atau mengalihkan rute penerbangan menuju Medan setelah berkoordinasi dengan Air Traffic Controller (ATC).

Baca Juga: PayLater Bukan Cuma Gaya, Tapi Gaya Hidup Baru Anak Muda!

“Penerbangan dialihkan sebagai langkah mitigasi risiko,” jelasnya.

Tim Penjinak Bom (Jihandak) dari kepolisian sudah disiagakan dan segera melakukan penyisiran menyeluruh terhadap pesawat.

“Pesawat langsung diarahkan ke isolated parking, dan tim keamanan menjalankan pemeriksaan ketat untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan,” tambah Lukman.

Pihak Kemenhub memastikan seluruh prosedur penanganan darurat telah dilakukan sesuai aturan.

Koordinasi terus dijalankan antara otoritas bandara, maskapai, dan petugas keamanan agar situasi tetap terkendali.

Beruntung, seluruh penumpang dalam kondisi aman.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di dunia penerbangan terhadap potensi ancaman yang bisa muncul kapan saja.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.