Rapat Darurat Digelar, Trump Bakal Turun Tangan Bantu Israel Serang Iran

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, buru-buru mengumpulkan tim Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih pada Selasa, 17 Juni 2025, untuk membahas ketegangan yang kian memanas antara Iran dan Israel.
Pertemuan yang berlangsung singkat, cuma sekitar 20 menit, ini digelar di tengah situasi kritis di Timur Tengah, di mana kedua negara sudah lima hari terlibat saling serang rudal.
Menurut sumber terpercaya, pembicaraan di ruang tertutup itu menyinggung soal langkah besar apa yang bisa diambil AS kalau situasi makin runyam, termasuk kemungkinan terjun langsung ke medan konflik.
Baca Juga: Lima Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki Gegerkan Malam Flotim, Warga Diminta Waspada
Dari laporan yang dikutip AFP, sebuah sumber di lingkaran Gedung Putih yang enggan disebut namanya bilang kalau diskusi Trump dan timnya fokus pada opsi-opsi strategis.
Salah satunya yang bikin bulu kuduk berdiri, potensi penggunaan bom penghancur bunker milik AS untuk menghantam fasilitas nuklir Iran di Fordow, yang letaknya tersembunyi dan sulit dijangkau oleh serangan udara Israel.
Meski belum ada keputusan final, opsi ini disebut-sebut sebagai langkah serius yang lagi dipertimbangkan.
Baca Juga: Eks Kadisbud DKI Jakarta Didakwa Gelapkan Rp36,3 Miliar Lewat SPJ Fiktif
Trump sendiri sudah blak-blakan soal sikapnya. Dia bilang enggak punya rencana untuk menargetkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Tapi, di sisi lain, dia mendesak Teheran untuk angkat tangan dan menyerah tanpa syarat.
Baca Juga: Ancaman Bom di Udara! Pesawat Jamaah Haji Saudia Airlines Dievakuasi ke Medan
“Saya tidak ingin konflik ini membesar, tapi Iran harus tahu diri,” kata Trump dalam pernyataan resminya, yang sontak bikin dunia internasional menahan napas.
Sementara itu, The New York Times melaporkan kabar yang bikin situasi makin panas. Angkatan Laut AS disebut sedang menyiapkan dukungan logistik, termasuk pengisian bahan bakar di udara untuk jet-jet tempur Israel.
Baca Juga: PayLater Bukan Cuma Gaya, Tapi Gaya Hidup Baru Anak Muda!
Kapal induk AS yang sudah berlabuh di Teluk Persia siap mem-backup operasi ini, memungkinkan pesawat Israel menyerang target di Iran tanpa harus bolak-balik ke pangkalan. Langkah ini, kalau beneran dijalankan, bisa jadi game-changer dalam konflik yang udah bikin dunia was-was ini.
Baca Juga: Mau Checkout Tanpa Ribet? Coba Dulu ShopeePayLater, Hidup Jadi Lebih Mudah!
Fokus utama Washington sejak awal memang jelas: mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir yang dianggap ancaman besar, baik buat kawasan Timur Tengah maupun dunia. Tapi, banyak pihak khawatir kalau AS nekat ikut campur secara militer, situasi bisa berubah jadi perang besar yang menyeret banyak negara.
“Saat ini semua opsi masih di atas meja. Kami akan lakukan apa yang terbaik untuk kepentingan keamanan global,” ujar seorang pejabat senior Gedung Putih, yang menolak disebutkan identitasnya.
Baca Juga: Fakta Menarik di Balik Kemewahan Blue Sapphire dalam Dunia Perhiasan
Dengan situasi yang makin tegang, dunia cuma bisa menunggu langkah apa yang bakal diambil AS. Ketegangan antara Iran dan Israel ini bukan cuma soal dua negara, tapi punya potensi mengguncang stabilitas global.
Masyarakat internasional berharap ada solusi diplomatik, tapi dengan nada keras dari Trump dan manuver militer yang kian gencar, bayang-bayang konflik besar sepertinya makin dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








