Tragedi di Galangan Kapal Batam: Kapal Tanker Meledak, Empat Tewas dan Lima Luka-luka

Akurat Banten - Sebuah insiden memilukan terjadi di galangan kapal PT ASL Shipyard, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kapal tanker jenis CPO Federal II yang tengah menjalani perbaikan mendadak terbakar hebat saat docking.
Akibat kejadian itu, sembilan orang menjadi korban.
Empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia, empat lainnya mengalami luka berat, dan satu korban menderita luka ringan.
Baca Juga: Skandal Kampus Terungkap: Dua Dosen di Makassar Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, mengonfirmasi bahwa seluruh korban merupakan pekerja subkontraktor yang terlibat dalam proses perbaikan kapal.
“Informasi sementara dari pihak safety bahwa 9 orang total korban yang teridentifikasi,” ujarnya.
Keempat korban yang meninggal dunia diketahui bernama Gunawan, Berkat Setiawan Gulo, Hermansyah Putra, dan Januarius.
Sementara itu, lima korban lainnya yaitu Alatas Silaban, Upik Hidayat, Amel Rivensky Nababan, Benny Silaban, dan Rezki Harianto Butarbutar kini sedang dalam perawatan intensif di RS Mutiara Aini dan RS Graha Hermine.
Menurut Raden, kronologi sementara menyebutkan adanya perbaikan pada tangki kapal ketika tiba-tiba muncul percikan api yang memicu kebakaran.
Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Baca Juga: Kantor Wali Kota Gorontalo Digeledah, Kejati Bongkar Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas!
Tim penyidik masih menunggu kondisi korban yang dirawat agar stabil untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Masih kami dalami. Yang jelas, saat itu sedang ada pekerjaan di area tangki. Percikan api diduga kuat sebagai pemicu awal,” tambahnya.
Hingga malam hari, suasana RS Mutiara Aini masih dipadati keluarga korban dan rekan kerja yang tampak terpukul.
Sementara itu, empat jenazah telah dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Barelang ke RS Bhayangkara guna proses visum dan penyelidikan lanjutan.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan kerja, terutama di lingkungan berisiko tinggi seperti galangan kapal, harus menjadi prioritas utama.
Investigasi mendalam dan evaluasi prosedur keselamatan mutlak diperlukan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









