Banten

Pendaki Asal Sukabumi Meninggal di Gunung Slamet, Tim SAR Evakuasi Jenazah Tengah Malam

Andi Syafrani | 27 Juli 2025, 15:44 WIB
Pendaki Asal Sukabumi Meninggal di Gunung Slamet, Tim SAR Evakuasi Jenazah Tengah Malam

AKURAT BANTEN - Duka menyelimuti jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Purbalingga, usai seorang pendaki asal Sukabumi, Yuswandi (46), ditemukan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju puncak.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (26/7) sore dan langsung direspons oleh tim SAR gabungan yang bergerak cepat melakukan evakuasi di medan berat.

Baca Juga: Denny Sumargo Ikut Terseret Drama Kehamilan Erika Carlina vs Nathalie Holscher, Kok Bisa?

Yuswandi, yang diketahui merupakan warga Cibadak, Kabupaten Sukabumi, awalnya dilaporkan dalam kondisi lemah dan sakit saat berada di sekitar Pos 5 jalur pendakian. Informasi tersebut diterima oleh petugas sekitar pukul 16.30 WIB dari rekan-rekan pendaki lainnya yang berada di lokasi kejadian.

Pada pukul 17.45 WIB, seorang pendaki lain yang diketahui berprofesi sebagai dokter menyatakan Yuswandi telah meninggal dunia.

Laporan itu langsung diteruskan ke Tim Rescue Gunung Slamet dan selanjutnya ke Unit Siaga SAR Banyumas. Respon cepat dilakukan, dengan tim diberangkatkan ke lokasi mulai pukul 18.45 WIB.

Baca Juga: Siapa Abraham Samad? Namanya Muncul Saat Jokowi Ijazahnya Dipertanyakan

Tak lama berselang, Tim Rescue dari Kantor SAR Cilacap juga dikerahkan untuk memperkuat proses evakuasi. Medan yang menantang dan gelapnya malam tak menyurutkan semangat tim gabungan untuk segera menjangkau lokasi.

Proses evakuasi melibatkan pembagian tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan membawa peralatan lengkap.

Baca Juga: Wow! Zaki Ubaidillah Persembahkan Gelar Juara Asia Junior 2025, Indonesia Masih Berpeluang Tambah Medali

Sekitar pukul 21.11 WIB, tim gabungan berhasil mencapai Pos 4 dan bertemu dengan porter yang sebelumnya sempat bersama korban. Setelah berkoordinasi, tim melanjutkan perjalanan ke titik lokasi korban berada untuk persiapan evakuasi dan penanganan lebih lanjut.

“Pada pukul 00.30 WIB Minggu dini hari, Tim SAR Gabungan berhasil mencapai View Slamet. Di sana korban langsung diperiksa oleh pihak kepolisian untuk proses autopsi awal,” ujar Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, dalam keterangannya kepada media.

Baca Juga: Sempat Dikira Sampah, Warga Gresik Temukan Mayat Terbungkus Plastik di Dalam Kardus

Usai proses pemeriksaan di lokasi, jenazah Yuswandi kemudian dibawa turun menggunakan tandu hingga ke pos bawah.

Dari sana, korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Purbalingga guna keperluan pemeriksaan lanjutan serta penyerahan kepada pihak keluarga.

Kabar meninggalnya Yuswandi tentu menjadi pengingat penting bagi para pendaki akan risiko kesehatan selama melakukan aktivitas di gunung. Tim SAR juga mengimbau para pendaki untuk selalu mengecek kondisi fisik sebelum mendaki serta memperhatikan batas kemampuan masing-masing.

Baca Juga: Operasi Gabungan Pimpinan DPRD, Dishub dan Satpol PP Lebak Sidak Galian Tanah yang Diduga Bocor

Musim pendakian memang sedang ramai, namun keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Jalur pendakian Slamet dikenal cukup menantang dan membutuhkan kesiapan fisik serta peralatan yang memadai. Kejadian ini menjadi peringatan bahwa alam tak bisa diprediksi, dan setiap langkah di gunung perlu penuh kewaspadaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC