SADIS! Karena Masalah Rumah Tangga, Keponakan Usia 4 Tahun Tewas Digorok Pamannya hingga Tewas

AKURAT BANTEN - Warga Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Madura, dikejutkan oleh tragedi berdarah yang terjadi pada Rabu (13/8) malam.
Seorang pria bernama Holis, yang merupakan paman korban, nekat menghabisi nyawa keponakannya sendiri yang baru berusia empat tahun. Peristiwa ini dipicu oleh kemarahan mendalam setelah Holis tidak menemukan istrinya di rumah orang tua korban.
Baca Juga: Meriahkan HUT RI, Menteri Imipas Bagikan 5 Ribu Paket Sembako di Kabupaten Tangerang
Menurut keterangan sejumlah warga, malam itu Holis datang dengan wajah tegang dan nada suara tinggi. Ia mengaku sedang mencari istrinya dan berharap menemukan perempuan tersebut di rumah mertuanya. Namun pencarian itu berakhir dengan kekecewaan karena sang istri tidak ada di tempat.
Baca Juga: Kabupaten Tangerang Jadi Daerah Percontohan Penanganan Kusta oleh Kemenkes
"Dia datang marah-marah, teriak-teriak nyari istrinya. Lalu tanpa pikir panjang, dia dobrak pintu rumah," ujar salah satu tetangga yang enggan disebutkan namanya.
Setelah berhasil memaksa masuk, Holis justru melampiaskan emosinya dengan cara yang tak terbayangkan. Pandangannya tertuju pada sang keponakan yang berada dalam gendongan ibunya. Dengan gerakan cepat dan penuh amarah, Holis meraih bocah malang itu dari pelukan sang ibu.
Baca Juga: Prabowo Subianto Gelagapan Usai Lihat Aksi Bupati Pati Sudewo Naikkan PBB
Ibunya hanya bisa berteriak histeris, namun semuanya terjadi terlalu cepat. Holis yang sudah membawa sebilah senjata tajam langsung menggorok leher korban. Seketika, suasana rumah berubah menjadi kepanikan dan kesedihan mendalam.
"Semua orang kaget. Jeritannya bikin bulu kuduk merinding. Kami nggak nyangka dia bisa sekejam itu," kata warga lainnya.
Usai melakukan aksinya, Holis kabur meninggalkan rumah tersebut dan melarikan diri ke arah hutan. Danramil Geger, Lettu Supono, membenarkan kejadian ini dan mengatakan bahwa pengejaran terhadap pelaku masih berlangsung.
Baca Juga: Tim Karate-Do Gojukai Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia di Jepang
"Setelah membunuh korban, pelaku langsung lari ke hutan. Tim gabungan TNI-Polri sudah bergerak untuk mencari keberadaannya," ungkap Supono saat ditemui di lokasi, Kamis (14/8).
Petugas yang datang ke tempat kejadian langsung mengevakuasi jenazah korban serta mengamankan area sekitar untuk mencari barang bukti. Sementara itu, penyelidikan awal menduga motif pelaku dipicu masalah rumah tangga yang sudah lama memanas, meski detailnya masih diselidiki lebih lanjut.
Warga desa kini diliputi rasa trauma dan takut. Beberapa di antaranya mengaku masih tak percaya bahwa Holis, yang selama ini dikenal pendiam, bisa berubah menjadi pelaku pembunuhan sadis. Bahkan, beberapa jam sebelum kejadian, ia masih terlihat beraktivitas seperti biasa di sekitar desa.
Baca Juga: 65 Pemadam Dikerahkan, Kebakaran Hebat di Kalideres Berhasil Dijinakkan
Suasana di rumah duka penuh dengan isak tangis keluarga dan kerabat. Sang ibu korban masih dalam kondisi terpukul berat dan terus mendapat pendampingan dari pihak keluarga. Warga berharap pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengetahui keberadaan Holis.
“Kami minta kerja sama warga. Jika ada yang melihat atau mengetahui lokasi pelaku, segera hubungi pihak berwenang,” ujar salah satu petugas di lapangan. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









