Banten

Prabowo Gebrak BUMN: Bonus Komisaris Dihapus, Aset Negara Dikonsolidasikan Demi Rakyat!

Andi Syafrani | 28 Agustus 2025, 19:24 WIB
Prabowo Gebrak BUMN: Bonus Komisaris Dihapus, Aset Negara Dikonsolidasikan Demi Rakyat!

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat.

Kali ini, gebrakan dilakukan di ranah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menghapus bonus atau tantiem bagi para komisaris. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Prabowo saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8/2025).

 Baca Juga: Lonjakan Campak di Pamekasan: Balita Meninggal, Dinkes Tegaskan Pentingnya Imunisasi

Prabowo menilai, praktik pemberian bonus kepada komisaris BUMN selama ini tidak adil dan cenderung merugikan masyarakat. Bagaimana tidak, perusahaan yang sedang merugi pun tetap memberikan bonus kepada para komisarisnya. Hal ini tentu saja bertentangan dengan prinsip keadilan dan akuntabilitas.

"Saudara tahu kemarin saya hilangkan apa itu tantiem. Tantiem itu bahasa Belanda, artinya bonus. Yang repot perusahaan rugi, dikasih bonus komisarisnya. Enak di lo, nggak enak di rakyat. No, coret!" tegas Prabowo dengan nada bersemangat, yang disambut riuh tepuk tangan para peserta acara.

 Baca Juga: DLHK Catat Ada 20 TPS Ilegal di Kabupaten Tangerang, Gandeng Kejaksaan untuk Lakukan Penindakan

Tak hanya soal bonus komisaris, Prabowo juga menyoroti pengelolaan aset BUMN yang dinilai masih kurang optimal. Ia melihat potensi kekayaan negara yang sangat besar, namun belum dikelola secara maksimal.

Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah strategis dengan melakukan konsolidasi aset melalui Danantara.

Langkah konsolidasi ini terbukti berhasil menghimpun aset BUMN dengan nilai yang fantastis. Prabowo mengungkapkan, aset yang terkumpul di Danantara mencapai US$10 miliar. Hal ini menjadikan sovereign wealth fund Indonesia sebagai salah satu yang terbesar di dunia, bersanding dengan negara-negara seperti Norwegia, China, dan Abu Dhabi.

 Baca Juga: Demo Buruh Hari Ini di DPR, Tenaga Ahli yang Berkantor di Senayan Justru Bikin Aturan Ini

"Saya sudah buktikan, aset BUMN saya kumpulkan di Danantara nilainya US$10 miliar. Sovereign fund kita sekarang mungkin kelima di dunia. Norwegia, China, Abu Dhabi, baru kita. Tidak main-main," ujar Prabowo dengan penuh keyakinan.

Konsolidasi aset ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan Indonesia di mata dunia. Dengan sovereign wealth fund yang kuat, Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi global dan mengelola kekayaan negara secara lebih efisien dan transparan.

 Baca Juga: Buruh Banten Demo 28 Agustus ke Kantor Gubernur Banten, Tuntut Hak yang Selama Ini Dirampas, Apa?

Prabowo menegaskan, tata kelola BUMN harus berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak. Ia ingin setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat luas.

"Kekayaan kita luar biasa, masalahnya cuma di manajemen. Itu yang saya ubah," pungkas Prabowo.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Presiden berharap BUMN dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang handal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC