Angelina Sondakh Blak-blakan Bongkar Sisi Gelap DPR: 'Candu Jabatan dan Permainan Kekuasaan', Benarkah DPR Penuh Intrik?

AKURAT BANTEN - Mantan anggota DPR RI dan artis, Angelina Sondakh, kembali menarik perhatian publik dengan pengakuan yang mengejutkan.
Dalam sebuah wawancara, ia tanpa ragu membongkar sisi gelap dunia politik yang pernah digelutinya.
Pengalaman pahit di balik jeruji besi rupanya menjadi cermin yang membuka matanya tentang realitas kekuasaan, intrik, dan hilangnya idealisme di Senayan.
"Dinamika di DPR itu seperti akrobat politik, penuh intrik dan strategi kepentingan," ungkap Angelina.
Ia membeberkan bagaimana di era kepemimpinannya, budaya permainan kekuasaan sangat kental.
Ada sekelompok elit yang mengatur alur, sementara anggota lainnya hanya mengikuti arus.
Hal ini menciptakan lingkungan yang jauh dari amanah rakyat, di mana kepentingan kelompok lebih diutamakan daripada kepentingan masyarakat luas.
Baca Juga: Tunjangan DPRD Masih Jadi Polemik, Mahasiswa Kembali Demo Parlemen Daerah: Bakar Ban dan Vandalisme
Jebakan Candu Jabatan dan Ambisi yang Melenakan
Pengakuan Angelina tidak berhenti di sana. Ia juga menyoroti bahaya dari candu jabatan.
Menurutnya, semakin tinggi posisi, semakin besar pula rasa ingin memiliki lebih banyak kekuasaan.
"Jujur, saat itu saya ikut hanyut. Usia muda, ambisi besar, dan keinginan untuk terus naik jabatan membuat saya melupakan esensi utama sebagai wakil rakyat," akunya.
Candu ini, lanjutnya, membuat banyak politisi kehilangan kepekaan sosial, empati, dan simpati terhadap rakyat yang seharusnya mereka wakili.
Jabatan yang seharusnya menjadi alat untuk melayani, justru menjadi tujuan akhir yang melenakan dan menjebak.
Baca Juga: Sahroni Mundur dari DPR Cuma Angan-angan, NasDem Ungkap Fakta Mengejutkan yang Bikin Pusing Kepala
Pelajaran Mahal dari Kasus Korupsi Wisma Atlet
Pernyataan Angelina bukanlah sekadar cerita tanpa dasar. Ia adalah salah satu pelaku sejarah yang merasakan pahitnya politik secara langsung.
Divonis bersalah dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Angelina harus mendekam di penjara selama 10 tahun.
Pengalaman ini menjadi pelajaran paling berharga dalam hidupnya. Dari balik jeruji, ia bisa melihat dengan lebih jernih bagaimana sistem politik yang korup bisa menyeret seseorang.
Kasusnya menjadi bukti nyata betapa rapuhnya integritas jika tidak dilandasi keteguhan hati.
Baca Juga: 5 Ramalan Gus Dur Jadi Kenyataan dari Jokowi hingga Prabowo, Publik Merinding!
Refleksi untuk Masa Depan DPR
Saat ini, DPR kembali menjadi sorotan tajam publik. Aksi demonstrasi yang menuntut transparansi dan bahkan narasi pembubaran DPR muncul akibat kekecewaan masyarakat.
Pernyataan Angelina pun seolah menjadi refleksi bagi kondisi saat ini.
Angelina menutup wawancaranya dengan harapan besar. Ia menilai, setiap politisi akan diuji mental dan integritasnya saat diberi amanah publik.
Ia berharap para politisi muda bisa belajar dari masa lalu.
"Saya harap generasi baru politisi Indonesia bisa membangun DPR yang lebih bersih, transparan, dan benar-benar bekerja untuk rakyat," pungkasnya.
Pengakuan Angelina Sondakh ini bukan hanya sekadar kisah pribadi, melainkan sebuah cermin bagi seluruh politisi dan masyarakat.
Bahwa di balik kilau kekuasaan, ada sisi gelap yang bisa menjebak, melenakan, dan menghancurkan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










