Banten

Detik-Detik Tragis! Kronologi Bocah PAUD di Solo Tak Sengaja Tersunat Temannya Pakai Gunting

Saeful Anwar | 17 September 2025, 20:44 WIB
Detik-Detik Tragis! Kronologi Bocah PAUD di Solo Tak Sengaja Tersunat Temannya Pakai Gunting

Kabar tak menyenangkan datang dari Solo, Jawa Tengah, di mana seorang bocah PAUD menjadi korban saat bermain "sunat-sunatan" dengan temannya. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan pendidik tentang pentingnya pengawasan dan edukasi dini

AKURAT BANTEN-Peristiwa ini terjadi di sebuah TK Aisyiyah di Sangkrah, Solo, pada Kamis, 11 September 2025. Awalnya, kegiatan belajar mengajar berjalan normal.

Murid-murid PAUD yang berusia sekitar 4-5 tahun sedang asyik membuat karya seni dari kertas dengan bimbingan guru. Namun, setelah pelajaran usai, gunting prakarya yang seharusnya sudah disimpan kembali diambil oleh anak-anak.

Dalam suasana tanpa pengawasan guru, mereka mulai bermain sunat-sunatan, sebuah permainan yang mungkin terinspirasi dari percakapan atau hal yang mereka lihat di sekitar.

Sayangnya, permainan polos ini berujung petaka. Salah satu bocah tak sengaja melukai alat vital temannya menggunakan gunting tersebut.

Baca Juga: Program MBG Kota Tangerang Tuai Kritik, Menu Sederhana Jadi Sorotan

Kronologi Kejadian

bermula pada Kamis, 11 September 2025 lalu, bocah PAUD di Solo disunat temannya sendiri bermula ketika ada kegiatan prakarya.

Saat itu, korban dan teman-temannya yang berusia antara 4-5 tahun membuat potongan dan tempelan kertas.
Guru PAUD pun mendampingi korban dan teman-temannya. Lalu, setelah pelajaran berakhir, gunting yang sudah disimpan tiba-tiba diambil kembali oleh anak-anak.

Melansir dari Tribun Solo, mereka kemudian bermain sunat-sunatan dengan gunting itu. Sayangnya, guru tak ada di kelas ketika peristiwa itu terjadi.

Alat vital korban pun terluka usai kejadian tersebut. Ia terluka parah namun untungnya fungsi alat vitalnya masih bisa diselamatkan.

Korban kemudian dibawa ke RS dan mendapatkan perawatan medis. Setelah itu, korban disunat sekalian oleh pihak RS sebagai bagian dari proses pemulihan.

“Kondisinya anaknya sudah sehat secara fisik terus informasi katanya disunat sekalian,” kata Dwi Ariyatno, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo.

“Asumsi saya, karena itu sudah dilakukan proses penanganan kesehatan oleh tim medis, asumsi saya masa depan (korban) masih cerah," ujatnya lagi.

"Tingkat keparahannya tetap parah tapi masih bisa diselamatkan. Kemungkinan masih berfungsi dengan baik,” lanjutnya, seperti dikutip dari Tribunnews.

Kini, korban sedang didampingi oleh psikolog dari PT. PAS DP3AP2KB karena korban trauma dengan rasa sakit yang luar biasa.

“Anak yang korban ini perlu didampingi karena dia yang posisinya rentan terkait dengan traumatik, terutama rasa sakit yang luar biasa itu,” katanya lagi.

Baca Juga: Link Streaming CCTV Aksi Demo Ojol Hari Ini 17 September 2025, Ricuh Sebabkan Korban Jiwa?

Penanganan Cepat dan Dampak Psikologis

Korban segera dilarikan ke rumah sakit. Beruntung, meskipun lukanya parah, fungsi alat vitalnya masih bisa diselamatkan. Sebagai bagian dari penanganan medis dan pemulihan, tim dokter memutuskan untuk langsung melakukan sunat pada korban.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyatno, kondisi fisik korban kini sudah membaik. Namun, ia menekankan bahwa trauma psikologis adalah hal yang perlu ditangani.

Korban saat ini sedang didampingi oleh psikolog dari PT. PAS DP3AP2KB untuk mengatasi rasa sakit dan trauma yang ia alami.

"Anak yang menjadi korban ini perlu didampingi karena posisinya rentan terkait dengan traumatik, terutama rasa sakit yang luar biasa itu," kata Dwi.

Baca Juga: Sembilan Siswa Sekolah Rakyat 33 Tangsel Mengundurkan Diri, DPR RI Soroti Penyebabnya

Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan Menjadi Pelajaran Bersama

Kasus ini sempat menjadi perhatian publik setelah orang tua korban melapor ke media sosial Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani.

Namun, setelah dimediasi oleh pihak sekolah dan dinas terkait, kedua belah pihak memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

Mereka menyadari bahwa ini adalah kejadian yang tidak disengaja antara anak-anak.

Dwi Ariyatno menjelaskan bahwa orang tua dari anak yang tidak sengaja melukai temannya juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman agar kejadian serupa tidak terulang.

"Apa yang diperbuat oleh anak itu kan jadi tanggung jawab orang tua," ujarnya.

Baca Juga: Sorotan Tajam! Erick Thohir Jadi Menpora di Tengah Isu Korupsi NTC IKN, Kontroversi yang Mirip 'Sinetron' Politik?

Evaluasi dan Peringatan bagi Institusi Pendidikan

Pihak Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyatno menanggapi serius kejadian ini. Mereka melakukan evaluasi di TK Aisyiyah 10 Sangkrah.

Dwi Ariyatno menekankan pentingnya pengawasan ketat oleh guru, tidak hanya saat pelajaran berlangsung, tetapi juga sebelum dan sesudahnya.

"Evaluasi di sekolah ini terkait pengamanan, baik pra-pembelajaran, saat pembelajaran, maupun pasca pembelajaran, terutama penggunaan peralatan yang berpotensi membahayakan," kata Dwi.

Ia juga mengingatkan para guru untuk memastikan tempat penyimpanan alat berbahaya, seperti gunting, tidak mudah dijangkau oleh anak-anak.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua, baik orang tua maupun pendidik, bahwa dunia anak-anak penuh dengan eksplorasi. Penting bagi orang dewasa untuk selalu waspada dan

memberikan edukasi yang tepat, agar rasa ingin tahu anak tidak berakhir membahayakan diri sendiri atau orang lain (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman