Banten

Aktor Hollywood Ini Bikin Geger, Percaya Donald Trump Bisa Jadi Pahlawan Perdamaian Gaza

Saeful Anwar | 23 September 2025, 21:09 WIB
Aktor Hollywood Ini Bikin Geger, Percaya Donald Trump Bisa Jadi Pahlawan Perdamaian Gaza

AKURAT BANTEN-Aktor legendaris Hollywood, Richard Gere, membuat pernyataan yang menghebohkan saat tampil di konser amal Together For Palestine di Wembley Arena, London. Di hadapan ribuan penonton, Gere secara gamblang menyebut bahwa hanya satu orang yang memiliki kekuatan untuk menghentikan perang di Gaza dalam waktu singkat: Donald Trump.

"Ada satu orang yang bisa menghentikan ini dalam satu hari," kata Gere. "Ia berkata, 'Saya bisa menghentikan perang dalam satu hari,' Presiden saya, Trump. Dalam satu hari, ia bisa menghentikan semua kegilaan ini."

Dilansir dari laman Kompas.com Selasa, 23/9/2025 pernyataan ini langsung menarik perhatian, mengingat posisi Amerika Serikat sebagai sekutu terdekat Israel. Gere juga menambahkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sangat bergantung pada dukungan AS.

Menurutnya, jika Trump benar-benar ingin mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian, jalan tercepat adalah dengan segera menghentikan konflik di Gaza.

Baca Juga: Anggito Abimanyu Terpilih Jadi Ketua DK LPS Gantikan Purbaya, Ada Apa di Balik Rotasi Elit Keuangan Negara?

Latar Belakang Konflik yang Kian Memanas

Konflik di Gaza dimulai sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan lebih dari 1.100 warga Israel. Respons Israel berupa operasi militer besar-besaran telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

Sejumlah pakar dan badan PBB menyebut tindakan Israel ini sebagai genosida. Bahkan, Mahkamah Internasional (ICJ) menilai klaim genosida tersebut "masuk akal". Israel sendiri membantah tuduhan ini, menyebut operasinya sebagai bentuk pembelaan diri.

Laporan dari Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) juga menyebutkan bahwa kelaparan di Gaza adalah "sepenuhnya buatan manusia", akibat hambatan distribusi bantuan. Kondisi ini semakin memicu gelombang solidaritas dari seluruh dunia, termasuk dari kalangan seniman.

Baca Juga: Purbaya Gerak Cepat: Dobrak Tokopedia, Blibli, dan Warung Kopi Jadi Sasaran Aksi Pemberantasan Rokok Ilegal

Suara Seniman Dunia yang Semakin Lantang

Pernyataan Richard Gere adalah salah satu dari sekian banyak dukungan yang datang dari industri hiburan. Konser amal Together For Palestine yang digagas oleh musisi Brian Eno berhasil mengumpulkan hampir £1,5 juta (sekitar Rp29 miliar). Dana ini akan disalurkan kepada berbagai organisasi kemanusiaan yang dipimpin warga Palestina.

Lebih dari 150 seniman dunia, termasuk nama-nama besar seperti Riz Ahmed, Benedict Cumberbatch, Florence Pugh, dan Cillian Murphy, turut menyuarakan dukungannya. Dalam sebuah video kampanye, aktor Brian Cox dari serial Succession menyampaikan pesan tajam: "Ini selalu merupakan tugas artis di masyarakat, untuk berbicara. Hentikan pembunuhan."

Dukungan juga datang dari musisi Billie Eilish, aktor Joaquin Phoenix, hingga Mark Ruffalo. Mereka menggunakan pengaruh mereka untuk mendesak gencatan senjata dan mengakhiri penderitaan warga sipil.

Baca Juga: JANGAN ANGGAP SEPELE! 5 Kebiasaan 'Remaja' Ini Ternyata Bom Waktu Stroke di Usia 20-an

Boikot Industri Film Israel dan Seruan "Free Palestine"

Gerakan solidaritas ini tidak hanya terbatas pada konser amal. Ribuan aktor dan sineas Hollywood, termasuk Javier Bardem dan Emma Stone, telah menandatangani seruan untuk memboikot industri film Israel yang didanai oleh negara.

Pada acara karpet merah Emmy Awards, Javier Bardem tampil dengan keffiyeh, simbol dukungan bagi Palestina. "Saya mengecam genosida di Gaza," ujarnya. "Saya tidak bisa bekerja dengan pihak yang membenarkan atau mendukung genosida."

Aksi serupa juga dilakukan oleh aktris Hannah Einbinder yang menutup pidato kemenangannya dengan seruan lantang, "Free Palestine!" di panggung Emmy.

Meskipun mendapat penolakan dari beberapa pihak yang menganggapnya sebagai "pembungkaman", gerakan ini terus berlanjut. Ini menunjukkan bahwa di tengah-tengah konflik yang kompleks, para seniman global memilih untuk menggunakan suara mereka untuk kebenaran dan kemanusiaan (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman