Banten

Aksi Konvoi Motor di JLNT Casablanca Berujung Penindakan Polisi, Puluhan Kendaraan Diamankan

Riski Endah Setyawati | 24 Februari 2026, 13:25 WIB
Aksi Konvoi Motor di JLNT Casablanca Berujung Penindakan Polisi, Puluhan Kendaraan Diamankan

Akurat Banten - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengambil langkah tegas setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan aksi konvoi sepeda motor di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca.

Dalam rekaman yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut, tampak sejumlah pengendara nekat melintas bahkan diduga merusak fasilitas umum demi bisa melanjutkan konvoi mereka.

Pihak kepolisian pun langsung bergerak cepat dengan melakukan penelusuran terhadap identitas para pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, membenarkan bahwa sejumlah kendaraan telah berhasil diamankan sebagai bagian dari proses penindakan.

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini, sebanyak 11 unit sepeda motor telah diamankan dari total kendaraan yang terlihat dalam video tersebut.

"11 motor dari puluhan motor yang ada di dalam video sudah berhasil kita amankan," ujar Ojo.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap lebih jauh terkait identitas pelaku lainnya serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

Ojo menambahkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum semua detail dapat disampaikan ke publik.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga tengah mendalami dugaan perusakan portal di kawasan JLNT Casablanca yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut fasilitas umum yang seharusnya dijaga bersama oleh masyarakat.

Baca Juga: Ojek Pangkalan Gugat Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang Usai Ditetapkan Tersangka Kecelakaan Jalan Berlubang

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menelusuri kelompok pengendara yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

"Saat ini, sedang kita dalami kelompok pengendara tersebut," kata Komarudin.

Ia juga menjelaskan bahwa koordinasi lintas unit telah dilakukan, termasuk dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum, guna mengkaji kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa ini.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah tindakan perusakan portal bisa diproses secara hukum lebih lanjut.

Peristiwa ini mencuat setelah sebuah video yang diunggah oleh salah satu akun media sosial menjadi viral dan memicu perhatian publik.

Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas sejumlah pengendara sepeda motor berusaha membuka portal secara paksa demi melanjutkan konvoi mereka di jalur yang sebenarnya dibatasi.

"Diduga terjadi pengrusakan pada fasilitas umum yaitu pembukaan paksa portal JLNT Casanlanca," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

Aksi tersebut pun menuai beragam reaksi dari masyarakat, terutama terkait pentingnya kesadaran berlalu lintas dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Sebagai informasi tambahan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebelumnya telah memberlakukan uji coba penutupan terbatas JLNT Casablanca pada periode 1 hingga 15 April 2024.

Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya pengaturan lalu lintas guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Menu MBG Selama Tiga Hari di Katumbiri Picu Kekecewaan, Warga Soroti Anggaran Rp10 Ribu per Hari

Selama masa uji coba tersebut, pengendara dari arah barat seperti Tanah Abang maupun dari arah timur seperti Casablanca diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif.

Salah satu rute yang disarankan adalah melalui jalan bawah di kawasan Prof. Dr. Satrio.

Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan lalu lintas yang telah ditetapkan.

Kepatuhan terhadap rambu, arahan petugas, serta kesadaran akan pentingnya keselamatan menjadi hal yang terus ditekankan dalam setiap kebijakan transportasi.

Peristiwa konvoi motor di JLNT Casablanca ini menjadi pengingat bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat berdampak besar, terutama jika melibatkan fasilitas publik dan keselamatan banyak orang.

Pihak kepolisian memastikan akan terus menindak tegas setiap pelanggaran demi menjaga ketertiban dan keamanan di jalan raya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.