Siaga Lebaran 2026, Maluku Kerahkan 28 Kapal Amankan Mudik Antar Pulau

Akurat Banten - Pemerintah Provinsi Maluku mulai memanaskan mesin persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026 dengan mengerahkan puluhan armada laut untuk menjamin mobilitas warga antar pulau tetap aman dan lancar.
Wilayah kepulauan yang terbentang luas membuat transportasi laut menjadi urat nadi utama masyarakat saat momen Idul Fitri tiba.
Karena itu, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku memastikan kesiapan armada jauh hari sebelum puncak arus mudik berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Muhammad Malawat, menegaskan total 28 kapal telah disiapkan untuk melayani penumpang di berbagai lintasan strategis.
“Total ada 28 kapal yang kami siapkan untuk mendukung arus mudik Lebaran tahun ini, baik yang menjadi kewenangan pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ujar Malawat.
Armada tersebut terdiri atas kapal perintis dan kapal komersial yang selama ini menjadi andalan konektivitas antarpulau di Maluku.
Untuk kapal perintis saja, terdapat 16 unit yang disebar guna melayani 55 lintasan berbeda.
Sebagian kapal perintis berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dengan tiga armada yang mengoperasikan empat rute melalui tiga operator.
Sementara itu, pemerintah provinsi mengendalikan enam kapal yang menjangkau 13 lintasan melalui tiga operator pelayaran.
Adapun pemerintah kabupaten turut ambil bagian dengan tujuh kapal yang melayani 34 lintasan dan dikelola oleh tiga operator.
Selain armada perintis, sektor pelayaran komersial juga diperkuat dengan 12 kapal yang difokuskan pada empat lintasan utama.
Sepuluh kapal komersial berada di bawah kewenangan provinsi dan melayani dua lintasan strategis dengan dukungan tiga operator.
Baca Juga: Pilkada Langsung Disorot Pengamat, Biaya Politik Disebut Makin Menggila dan Picu Politik Uang
Dua kapal lainnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan beroperasi di dua lintasan melalui dua operator berbeda.
Malawat menekankan kesiapan armada tidak hanya berhenti pada jumlah kapal yang tersedia.
Pengawasan terhadap kondisi teknis kapal hingga kesiapan awak juga menjadi perhatian utama menjelang masa angkutan Lebaran.
“Selain memastikan kesiapan armada, kami juga melakukan pengawasan terhadap kelayakan kapal, kesiapan awak, serta fasilitas keselamatan bagi penumpang,” katanya.
Menurutnya, aspek keselamatan menjadi prioritas karena lonjakan penumpang saat mudik kerap terjadi secara signifikan dalam waktu singkat.
Dishub Maluku juga menjalin koordinasi intensif dengan otoritas pelabuhan serta para operator guna mengantisipasi kepadatan menjelang puncak arus mudik maupun arus balik.
Langkah antisipatif tersebut diharapkan mampu menekan potensi penumpukan penumpang di pelabuhan maupun di atas kapal.
Pemerintah daerah berupaya memastikan setiap perjalanan berlangsung tertib tanpa mengabaikan kenyamanan penumpang.
Di wilayah kepulauan seperti Maluku, perjalanan laut bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama masyarakat untuk bersilaturahmi saat hari raya.
Karena itu, pelayanan transportasi laut yang aman dan terjangkau menjadi komitmen yang terus dijaga pemerintah daerah.
Malawat berharap seluruh rangkaian angkutan Lebaran tahun ini berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.
Baca Juga: Pajak Motor dan Mobil di Jateng Jabar dan Jakarta Beda Jauh? Ini Fakta Tarif yang Bikin Warga Kaget
“Kami berharap seluruh proses angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar tanpa kendala berarti, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan selamat,” ujarnya.
Dengan kesiapan 28 kapal tersebut, Pemprov Maluku optimistis arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat terlayani secara maksimal di seluruh penjuru kepulauan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










