Banten

2 Orang Tewas, Polisi Duga KKB Batalion Kanibal Pimpinan Elkius Kobak Dalang Penembakan Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu

Cristina Malonda | 12 Februari 2026, 13:41 WIB
2 Orang Tewas, Polisi Duga KKB Batalion Kanibal Pimpinan Elkius Kobak Dalang Penembakan Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu

AKURAT BANTEN - Insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Papua, mengguncang dunia penerbangan nasional. Dua awak pesawat dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tragis yang terjadi Rabu, 11 Februari 2026.

Diketahui kini kepolisian tengah memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diduga menjadi pelaku serangan tersebut.

Aparat menduga serangan tersebut dilakukan oleh KKB yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah. Kelompok yang disebut-sebut berada di bawah komando Elkius Kobak dan beroperasi di wilayah Kabupaten Yahukimo yang berbatasan langsung dengan Korowai Batu.

Baca Juga: Yaqut Melawan! Eks Menag Gugat KPK via Praperadilan: Babak Baru Skandal Kuota Haji Terkuak?

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat gabungan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Situasi terus dipantau secara intensif. Kami memastikan Korowai kembali kondusif,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Sebagai respons cepat, sebanyak 20 personel Operasi Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi kejadian dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan TNI AD untuk memperkuat pengamanan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Simak! Begini Cara Mengikuti Simulasi TKA Jenjang SD, SMP, Hingga SMA

Wilayah Bandara Korowai Batu diketahui merupakan bandara perintis yang memiliki peran vital sebagai akses transportasi bagi masyarakat pedalaman Papua. Dengan kondisi geografis yang sulit dan fasilitas terbatas, keamanan penerbangan menjadi perhatian utama aparat.

Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air PK-SNR
Pesawat Smart Air dengan registrasi PK-SNR berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.38 WIT dan mendarat di Bandara Korowai Batu pada pukul 11.05 WIT.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa insiden terjadi sesaat setelah pesawat mendarat.

“Beberapa saat setelah mendarat, pesawat langsung mengalami penembakan,” ungkapnya.

Baca Juga: TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Kenaikan Gaji Pensiunan, Masyarakat Diminta Tunggu Info Resmi

Akibat serangan tersebut, pilot Egon Irawan, kopilot Baskoro, serta 13 penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah hutan di sekitar lapangan terbang.

Namun nahas, kedua awak pesawat tersebut diduga dikejar oleh kelompok pelaku. Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra, menjelaskan bahwa pilot dan kopilot sempat bersembunyi sebelum akhirnya tertangkap.

“Keduanya dibawa kembali ke lapangan terbang dan ditembak hingga meninggal dunia di tempat,” jelasnya.

Sementara itu, pesawat Smart Air dilaporkan masih berada di landasan pacu Bandara Korowai Batu pasca kejadian.

Baca Juga: Tragis Bayi Prematur Dibuang di Apartemen Bekasi Meninggal Dunia Polisi Amankan Sepasang Terduga Pelaku

Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan keamanan penerbangan di wilayah pedalaman Papua. Bandara perintis seperti Korowai Batu memegang peranan penting dalam distribusi logistik, layanan kesehatan, dan mobilitas masyarakat.

Pemerintah melalui aparat gabungan TNI-Polri menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan serta menjamin keselamatan warga dan aktivitas penerbangan di Papua.

Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk memastikan identitas dan motif pelaku. Aparat juga memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis guna mencegah insiden serupa terulang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.