Banten

DLH Uji Sampel Air Sungai Cisadane Imbas Kebakaran Pabrik Kimia, Warga Bantaran Diimbau Tak Konsumsi Ikan

Varin VC | 10 Februari 2026, 16:41 WIB
DLH Uji Sampel Air Sungai Cisadane Imbas Kebakaran Pabrik Kimia, Warga Bantaran Diimbau Tak Konsumsi Ikan

AKURAT BANTEN - Kebakaran yang melanda sebuah gudang penyimpanan bahan kimia pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Tangerang Selatan, pada Senin (9/2/2026), memicu kekhawatiran serius terhadap dampak lingkungan. Insiden tersebut diduga kuat berimbas pada tercemarnya aliran Sungai Cisadane yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Merespons situasi itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pengambilan sampel air sungai.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana limbah kimia dari kebakaran tersebut memengaruhi kualitas air dan ekosistem di sekitarnya.

Baca Juga: Kisruh Soal Pembatasan Akses Anak, Virgoun Ajak Inara Rusli Tempuh Jalur Mediasi

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Tangerang, Hendri P Syahputra, menjelaskan bahwa sampel air yang diambil akan diuji secara menyeluruh di laboratorium. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran serta kandungan zat berbahaya yang mungkin terbawa aliran sungai.

“Sampel air akan kami uji di laboratorium untuk mengetahui besaran dampak pencemaran yang terjadi akibat limbah kimia tersebut,” ujar Hendri, Selasa (10/2/2026).

Selain uji laboratorium, DLH juga tengah melakukan penelusuran terhadap sumber pencemaran. Tim di lapangan mengidentifikasi indikator-indikator pencemar, termasuk perubahan warna air, bau menyengat, serta dampak langsung terhadap biota sungai.

Baca Juga: Kisah Pilu Pasien Cuci Darah Kelimpungan Akibat BPJS PBI Nonaktif, KPCDI Angkat Suara

Hendri mengungkapkan, indikasi pencemaran terlihat cukup jelas dengan ditemukannya ikan-ikan mati di sejumlah titik sepanjang Sungai Cisadane. Kondisi ini menandakan adanya gangguan serius terhadap kualitas air yang berpotensi membahayakan makhluk hidup.

“Kami juga memeriksa apakah baku mutu air sungai masih memenuhi standar atau sudah melampaui ambang batas yang diperbolehkan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, DLH mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak memanfaatkan hasil tangkapan ikan dari Sungai Cisadane. Konsumsi ikan yang terpapar limbah kimia dikhawatirkan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca Juga: Heboh! Kasus Dugaan Pelecehan Mohan Hazian Ramai Dibahas, Nama Gofar Hilman Ikut Terseret

“Kami mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane sampai hasil uji laboratorium keluar dan dinyatakan aman,” tegas Hendri.

DLH Kota Tangerang juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, untuk memastikan penanganan dampak lingkungan dilakukan secara menyeluruh. Evaluasi terhadap sistem keamanan gudang bahan kimia di kawasan tersebut turut menjadi perhatian.

Hasil uji laboratorium diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat. Pemerintah daerah berharap temuan tersebut dapat menjadi dasar langkah pemulihan lingkungan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Varin VC
Reporter
Varin VC
Varin VC
Editor
Varin VC