Stop Tawuran! DKM Baitul Muttaqin, Karawaci Punya Resep Ampuh: Bentengi Remaja Lewat Maulid Nabi!

AKURAT BANTEN-Maulid Nabi: Momentum Mengasah Iman, Menjawab Tantangan Zaman Digital
Setiap tahun, 12 Rabiul Awal selalu menjadi penanda bagi umat Islam di seluruh dunia untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW—sebuah momentum sakral yang jauh melampaui seremoni.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan pergaulan bebas, peringatan Maulid Nabi sejatinya adalah waktu emas untuk kembali meneladani akhlak agung Rasulullah dan memperkuat benteng spiritual komunitas.
Inilah semangat yang diusung oleh Pengurus DKM Masjid Jami Baitul Muttaqin di lingkungan Perumnas 4 Karawaci, Kel. Uwungjaya Kec. Cibodas, Kota Tangerang.
Pada Ahad, 5 Oktober 2025, masjid ini bukan hanya menggelar peringatan Maulid biasa, namun menjadikannya panggung strategis untuk menarik minat pemuda/pemudi dan remaja terhadap ilmu dan dakwah syariat agama.
Baca Juga: TikTok Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemerintah Akui Kepatuhan Data
Sentuhan Khidmat dan Kreasi Remaja yang Memukau
Acara dimulai dengan aura kekhusyukan yang mendalam. Gema lantunan Ayat Suci Al-Qur'an Surat Al-Fatah ayat (26) yang dibacakan oleh qori terkemuka Ustadz Syafrudin sukses menciptakan suasana yang hikmah dan menyentuh kalbu.
Para jemaah hanyut dalam keheningan, mengawali perayaan dengan pemurnian spiritual.
Namun, yang membuat Maulid kali ini istimewa adalah sentuhan energi muda.
Penampilan kreasi dari adik-adik remaja lingkungan RW. 015 Kel. Uwung Jaya berhasil memukau dan mendapat sambutan yang sangat baik.
Keterlibatan aktif para remaja ini menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan bisa dikemas secara dinamis dan menarik bagi generasi muda.
Baca Juga: Makam Raja Amenhotep III Kembali Dibuka, Warisan Megah Firaun Bersinar Setelah Dua Dekade Terkunci
Kekhidmatan semakin memuncak saat dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Al Barzanzi yang dipimpin oleh Ustadz Farouk Rahmat Mubarok, memantapkan antusiasme jemaah untuk larut dalam pujian dan shalawat kepada Nabi.
"Meningkatkan Pembinaan, Mencegah Tawuran"
Tujuan utama dari perayaan Maulid yang terstruktur ini adalah menjawab tantangan sosial di lingkungan sekitar" Ujar Yoyon Herman, Ketua RW. 015. menyambut baik inisiatif DKM ini. Ia secara tegas menyoroti aspek pembinaan karakter:
"Dengan adanya peringatan Maulid setiap tahun ini, kami bisa meningkatkan pembinaan terhadap remaja, khususnya di lingkungan ini, sehingga tidak terjadi tawuran." Ujar Yoyon.
Pernyataan ini menggarisbawahi fungsi strategis masjid sebagai pusat pembinaan moral. Peringatan Maulid di sini bukan sekadar rutinitas, tetapi adalah investasi karakter untuk menjauhkan generasi muda dari perilaku negatif.
Hal senada disampaikan oleh Janwar, Ketua DKM Masjid Jami Baitul Muttaqin. Baginya, acara tahunan ini adalah waktu yang tepat untuk "mengasah iman dan takwa" jemaah di bawah tanggung jawabnya. "Ya, semoga dengan acara ini menambah kadar iman dan takwa bagi para jemaah," ujarnya penuh harap.
Baca Juga: Sistem IMEI Jadi Tameng Baru Warga dari Pencurian dan Ponsel Ilegal
Wejangan Pamungkas untuk 'Cinta Rasul' di Era Digital
Sebagai acara pamungkas yang menjadi puncak siraman rohani, hadir Al-ustadz Almukarom Aminullah Noer, S.Ag, pendiri dan pengurus Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (META) "Fisabilillah".
Dengan pengalaman luas di bidang agama, ia menyampaikan wejangan yang berisi ilmu berharga yang diselingi dengan sentuhan humoris yang cerdas.
Ustadz Aminullah secara khusus menyoroti relevansi Maulid dengan kehidupan remaja saat ini:
Baca Juga: Momen Romantis di Swiss Syifa Hadju Terima Lamaran El Rumi di Tengah Lembah Impiannya
"Ya, semoga juga, dalam menyikapi pergaulan yang semakin digital, semakin modern, peringatan ini akan menambah pengetahuan remaja tentang cinta Rasul."
Pesan ini sangat tajam dan kontekstual. Di era di mana remaja lebih banyak terpapar konten digital, DKM Masjid Jami Baitul Muttaqin berusaha mengarahkan perhatian mereka untuk menemukan teladan terbaik: Nabi Muhammad SAW, sebagai figur yang paling patut dicintai dan ditiru.
Peringatan Maulid Nabi di Karawaci ini berhasil membuktikan bahwa perayaan agama adalah alat yang efektif untuk membangun karakter, mempererat solidaritas, dan menjadi benteng nyata bagi remaja dari pergaulan negatif, membuktikan bahwa cinta kepada Rasulullah adalah jawaban paling relevan untuk tantangan di era modern(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









