Tragedi Kakak-Adik di Kelapa Gading Terkuak, Emosi dan Cemburu Berujung Nyawa Melayang

Akurat Banten - Kasus tragis yang melibatkan dua saudara kandung di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, akhirnya terungkap setelah aparat kepolisian memaparkan kronologi kejadian yang mengguncang publik.
Peristiwa tersebut melibatkan seorang pelajar berinisial MAH (16) yang diduga menganiaya kakaknya sendiri, MAR (22), hingga kehilangan nyawa.
Pihak Polres Metro Jakarta Utara menjelaskan bahwa aksi kekerasan itu dipicu oleh emosi yang memuncak dalam diri pelaku.
Baca Juga: Viral! Diduga Gara-gara Cinta Ditolak, Mahasiswa UIN Suska Tega Bacok Mahasiswi Hingga Tidak Berdaya
Kasat Perlindungan Perempuan dan Anak, Kompol Ni Luh Sri Arsin, mengungkapkan bahwa pelaku menyerang korban menggunakan palu secara berulang.
“Pelaku ini diduga berkali-kali memukul kepala korban dengan palu karena pelaku sangat emosi. Sehingga, korban tersungkur,” ujar Sri.
Menurut penjelasan tersebut, setelah korban terjatuh, pelaku tidak berhenti dan justru melanjutkan aksinya dengan memukul kepala korban hingga beberapa kali.
Bahkan, pukulan itu disebut terjadi hingga lima kali, yang menyebabkan kondisi korban semakin kritis di lokasi kejadian.
Meski sempat menunjukkan tanda-tanda masih hidup, korban akhirnya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Namun, korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” katanya,” kata Sri.
Dari hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian menduga bahwa latar belakang kejadian ini tidak lepas dari konflik keluarga yang sudah lama terpendam.
Baca Juga: Tragedi Kakak-Adik di Kelapa Gading Terkuak, Emosi dan Cemburu Berujung Nyawa Melayang
Rasa cemburu disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelaku bertindak di luar kendali.
Pelaku merasa bahwa sang kakak mendapatkan perhatian lebih dari orang tua, terutama dari ibunya.
“Apa yang diinginkan oleh kakaknya selalu dituruti oleh orang tuanya,” ungkap Sri.
Selain persoalan kecemburuan, hubungan komunikasi antara kedua saudara ini juga dinilai tidak berjalan dengan baik.
Pelaku dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang mengekspresikan perasaannya secara terbuka.
Kondisi tersebut membuat berbagai masalah kecil yang terjadi di rumah tidak pernah terselesaikan dengan baik.
Baca Juga: Keberagaman Gen Z Saat Menunggu Buka Puasa pada Gelaran Imlek Festival 2577
Salah satu pemicu yang memperkeruh keadaan adalah kebiasaan korban yang meletakkan barang pribadinya di kamar pelaku.
Barang-barang seperti perlengkapan mandi dan handuk disebut sering berada di ruang pribadi sang adik tanpa izin.
Ketika hal ini dipersoalkan oleh ibu mereka, korban justru tidak menunjukkan respons yang diharapkan.
Sikap acuh tersebut diduga semakin memicu rasa kesal dalam diri pelaku hingga akhirnya meledak menjadi kemarahan.
“Itulah yang pemicu pelaku menjadi marah dan mengambil palu dari dapur,” jelas Sri.
Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, pelaku kemudian menghampiri korban yang saat itu sedang memberi makan hewan peliharaan.
Baca Juga: Tiga Pejabat Berebut Kursi Kepala BKAD Tangsel, Ini Rincian Harta Kekayaan Mereka di LHKPN 2024
Tanpa banyak interaksi, pelaku langsung melayangkan serangan menggunakan palu ke bagian kepala korban.
Serangan mendadak itu membuat korban tidak sempat melakukan perlawanan dan langsung tersungkur.
Namun, pelaku tetap melanjutkan aksinya meskipun korban sudah dalam kondisi lemah di lantai.
Kasus ini sebelumnya telah menarik perhatian publik setelah polisi mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian berlangsung.
Baca Juga: Tiga Pejabat Berebut Kursi Kepala BKAD Tangsel, Ini Rincian Harta Kekayaan Mereka di LHKPN 2024
MAH langsung ditangkap untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan pembunuhan tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan untuk menggali motif yang lebih mendalam.
“Kami masih melakukan penyidikan juga mendalami motif sebenarnya dari pelaku sampai bisa melakukan aksi keji terhadap sang abang kandung berinisial MAR (22) tersebut,” kata Sri.
Baca Juga: Geger Warga Cilandak, Bayi Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Tong Sampah
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik dalam keluarga, sekecil apa pun, dapat berkembang menjadi tragedi jika tidak ditangani dengan komunikasi yang sehat.
Rasa cemburu, kurangnya perhatian emosional, serta minimnya ruang dialog bisa menjadi kombinasi berbahaya dalam hubungan keluarga.
Kasus di Kelapa Gading ini pun menambah daftar panjang peristiwa kekerasan domestik yang berujung fatal.
Baca Juga: Warga Tangerang Diminta Waspada! BPBD Ingatkan Bahaya Korsleting hingga Petasan Saat Ramadan
Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga, terutama remaja yang rentan memendam emosi.
Pendekatan yang hangat dan komunikasi terbuka dinilai menjadi kunci penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






