Hati Iblis! Skenario Licik Kakak di Karo: Habisi Nyawa Adik Lalu Pura-pura Urus Asuransi ke Polisi

AKURAT BANTEN– Tak ada yang lebih menyakitkan daripada dikhianati oleh darah daging sendiri. Ungkapan ini menggambarkan betapa kejamnya sandiwara yang dimainkan oleh TS (42), seorang pria di Kabupaten Karo yang tega menghabisi nyawa adik kandungnya, Iwan Sudarto Simanjuntak (33), demi ambisi harta yang gelap.
Sandiwara di Kantor Polisi
Publik dibuat geram oleh keberanian TS. Setelah sukses menjalankan rencana pembunuhan adiknya, TS dengan wajah tanpa dosa mendatangi Polres Tanah Karo.
Tujuannya bukan untuk melaporkan kehilangan atau meminta keadilan, melainkan untuk mengurus surat keterangan kematian.
Rupanya, surat tersebut adalah "tiket" baginya untuk mencairkan klaim asuransi Jasa Raharja milik korban.
Di hadapan petugas, ia berpura-pura menjadi kakak yang berduka, padahal di balik itu, ia adalah sutradara di balik maut sang adik.
Baca Juga: Opini: Sekolah Rakyat, Harapan Baru atau Tantangan Implementasi?
Skenario Pembunuhan yang Dingin
Hati TS layaknya telah membatu. Ia tidak turun tangan langsung, melainkan menyewa seorang eksekutor berinisial LN (57).
Korban dihabisi dengan keji dan jasadnya dibuang di pinggir Jalan Lintas Desa Kineppen, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo.
"Pelaku TS sudah merencanakan ini dengan matang. Motifnya murni ekonomi, yakni mengincar dana asuransi korban.
Ini adalah tindakan yang sangat terencana dan dingin," ungkap Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Eriks R.
Pelarian Eksekutor Berakhir di Labuhanbatu
Kejahatan sempurna hanyalah mitos. Tim Opsnal Satreskrim Polres Tanah Karo bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Jejak LN, sang eksekutor bayaran, terendus hingga ke Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Dalam sebuah penyergapan dramatis pada Kamis dini hari (22/1/2026), LN berhasil diringkus.
Dari nyanyian LN inilah, topeng "kakak baik hati" yang dikenakan TS akhirnya terlepas.
Polisi langsung bergerak mengamankan TS tanpa perlawanan berarti.
Baca Juga: KLH Sidak PT Vopak Indonesia Usai Kebocoran Gas, Siapkan Gugatan dan Proses Pidana
Bukti Kejahatan yang Tak Terbantahkan
Polisi menyita sejumlah barang bukti yang menjadi saksi bisu kekejaman ini:
Satu unit mobil Toyota Avanza Veloz hitam (digunakan untuk membawa dan menghabisi korban).
Pakaian korban yang masih menyisakan noda darah.
Berkas dokumen kependudukan yang sudah disiapkan pelaku untuk mengklaim uang asuransi.
Ancaman Hukuman: Nyawa Dibayar Nyawa
Kini, TS dan LN harus menghadapi konsekuensi dari "Hati Iblis" mereka. Keduanya dijerat dengan Pasal 459 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.
Pasal ini tidak memberikan ruang bagi keringanan hukum bagi tindakan sekeji ini, dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Kasus ini menjadi noda hitam dalam hubungan persaudaraan dan peringatan bagi kita semua bahwa keserakahan bisa mengubah manusia menjadi sosok yang lebih menakutkan dari apa pun (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







