MIRIS! Diejek 'Wadon' Berujung Maut di Sekolah: Kasus Bullying SMP Grobogan hingga Tengkorak Korban Patah

AKURAT BANTEN- Kasus kematian tragis ABP (12), siswa SMPN 1 Geyer, Grobogan, yang diduga kuat akibat perundungan (bullying), memasuki babak baru.
Polres Grobogan terus mendalami penyelidikan yang mengungkap detail memilukan, mulai dari ejekan yang memicu perkelahian hingga hasil autopsi yang menunjukkan patah tulang tengkorak korban.
Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto, di Mapolres setempat, Selasa (14/10/2025), menyampaikan bahwa insiden yang merenggut nyawa ABP ini berawal dari hal sepele, namun berujung fatal.
Berawal dari Ejekan "Wadon" Saat Korve
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB saat korban dan teman-temannya sedang melaksanakan korve atau kerja bakti.
Saat para pelajar laki-laki bekerja di luar kelas, ABP diejek oleh salah satu temannya yang kini berstatus terduga pelaku.
"Korban diejek dengan mengatakan bahwa korban itu wadon (perempuan)," ungkap AKBP Ike Yulianto.
Ejekan yang menyinggung tersebut langsung memicu perkelahian pertama.
"Kemudian disana mulai terjadi perkelahian. Kemudian dilerai dan selesai," tambahnya.
Baca Juga: Perketat Distribusi! Kementan Cabut Izin 2.039 Kios Nakal, Skema Distribusi Pupuk Dirombak Total
Perkelahian Kedua yang Berujung Kematian
Ketenangan hanya berlangsung beberapa jam. Selesai jam istirahat, sekitar pukul 11.30 WIB, perkelahian kedua yang menentukan nasib korban kembali pecah.
Saat itu, salah satu terduga pelaku melakukan tindakan lebih brutal: mendorong dan memukul korban hingga jatuh telentang.
"Saat itu salah satu pelaku mendorong korban dan melakukan pemukulan terhadap korban hingga jatuh dan menyebabkan kepala korban terbentur lantai," jelas Kapolres.
Korban yang jatuh kemudian mengalami kejang-kejang. Para guru segera melarikannya ke UKS (Usaha Kesehatan Sekolah).
Namun, sesampainya di UKS, korban diketahui sudah tidak bernafas, sebelum akhirnya dipastikan meninggal dunia di Puskesmas.
“Kemudian di Puskesmas, saat di cek ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” imbuh AKBP Ike Yulianto.
Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Api di Menara Industri Nikel Morowali
Hasil Autopsi Mengejutkan: Tulang Tengkorak Patah
Penyelidikan mendalam menunjukkan fakta medis yang mengerikan.
Dari hasil autopsi, ditemukan adanya luka akibat benda tumpul pada tubuh korban.
"Hasilnya ada tulang di belakang yang menyambung ke kepala ini patah," tegas AKBP Ike Yulianto.
Hasil ini memperkuat dugaan bahwa benturan kepala ke lantai saat perkelahian kedua menjadi penyebab utama kematian tragis ABP.
Baca Juga: Suasana Duka di Papua Barat Usai Serangan Bersenjata Tewaskan Prajurit TNI
10 Saksi Diperiksa, Dua Anak Berhadapan dengan Hukum
Hingga saat ini, Polres Grobogan telah memeriksa total 10 orang saksi yang terdiri dari 6 siswa dan 4 guru.
Fokus penyelidikan adalah mendalami peran dua anak yang saat ini berhadapan dengan hukum.
"Saat ini kami masih mendalami penyelidikan. Kemudian hari ini kita akan adakan gelar perkara untuk menentukan apakah yang bersangkutan bisa dinaikkan menjadi tersangka," kata Kapolres Grobogan, menyoroti penentuan status hukum terduga pelaku.
Polisi memastikan proses hukum akan tetap mempertimbangkan sistem perlindungan anak.
Selain itu, Polres telah berkoordinasi dengan Bapas, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial untuk penanganan kasus ini secara komprehensif.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Sinergi Kuat Kawal Reformasi TKD Demi Kemandirian Daerah
Upaya Pencegahan dan Trauma Healing
Menyikapi peristiwa tragis ini, Polres Grobogan telah mengambil langkah cepat dengan memberikan trauma healing kepada seluruh siswa-siswi SMPN 1 Geyer.
"Semoga anak-anak ini tidak trauma dengan adanya peristiwa itu, karena mereka adalah masa depan bangsa," harap AKBP Ike Yulianto.
Kapolres juga menekankan pentingnya pencegahan. Satuan Binmas dan Polsek telah diterjunkan untuk melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, menggarisbawahi pesan bahwa sekolah adalah tempat yang aman untuk anak-anak dan bullying harus dihentikan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






