Banten

MIRIS! Diejek 'Wadon' Berujung Maut di Sekolah: Kasus Bullying SMP Grobogan hingga Tengkorak Korban Patah

Saeful Anwar | 15 Oktober 2025, 07:09 WIB
MIRIS! Diejek 'Wadon' Berujung Maut di Sekolah: Kasus Bullying SMP Grobogan hingga Tengkorak Korban Patah

AKURAT BANTEN- Kasus kematian tragis ABP (12), siswa SMPN 1 Geyer, Grobogan, yang diduga kuat akibat perundungan (bullying), memasuki babak baru.

Polres Grobogan terus mendalami penyelidikan yang mengungkap detail memilukan, mulai dari ejekan yang memicu perkelahian hingga hasil autopsi yang menunjukkan patah tulang tengkorak korban.

Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto, di Mapolres setempat, Selasa (14/10/2025), menyampaikan bahwa insiden yang merenggut nyawa ABP ini berawal dari hal sepele, namun berujung fatal.

Baca Juga: Menkeu Purbaya 'Semprot' Proyek Luhut: Family Office Tidak Dijatah APBN, Menkeu: Bangun Saja Sendiri!

Berawal dari Ejekan "Wadon" Saat Korve

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB saat korban dan teman-temannya sedang melaksanakan korve atau kerja bakti.

Saat para pelajar laki-laki bekerja di luar kelas, ABP diejek oleh salah satu temannya yang kini berstatus terduga pelaku.

"Korban diejek dengan mengatakan bahwa korban itu wadon (perempuan)," ungkap AKBP Ike Yulianto.

Ejekan yang menyinggung tersebut langsung memicu perkelahian pertama.

"Kemudian disana mulai terjadi perkelahian. Kemudian dilerai dan selesai," tambahnya.

Baca Juga: Perketat Distribusi! Kementan Cabut Izin 2.039 Kios Nakal, Skema Distribusi Pupuk Dirombak Total

Perkelahian Kedua yang Berujung Kematian

Ketenangan hanya berlangsung beberapa jam. Selesai jam istirahat, sekitar pukul 11.30 WIB, perkelahian kedua yang menentukan nasib korban kembali pecah.

Saat itu, salah satu terduga pelaku melakukan tindakan lebih brutal: mendorong dan memukul korban hingga jatuh telentang.

"Saat itu salah satu pelaku mendorong korban dan melakukan pemukulan terhadap korban hingga jatuh dan menyebabkan kepala korban terbentur lantai," jelas Kapolres.

Korban yang jatuh kemudian mengalami kejang-kejang. Para guru segera melarikannya ke UKS (Usaha Kesehatan Sekolah).

Namun, sesampainya di UKS, korban diketahui sudah tidak bernafas, sebelum akhirnya dipastikan meninggal dunia di Puskesmas.

“Kemudian di Puskesmas, saat di cek ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” imbuh AKBP Ike Yulianto.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Api di Menara Industri Nikel Morowali

Hasil Autopsi Mengejutkan: Tulang Tengkorak Patah

Penyelidikan mendalam menunjukkan fakta medis yang mengerikan.

Dari hasil autopsi, ditemukan adanya luka akibat benda tumpul pada tubuh korban.

"Hasilnya ada tulang di belakang yang menyambung ke kepala ini patah," tegas AKBP Ike Yulianto.

Hasil ini memperkuat dugaan bahwa benturan kepala ke lantai saat perkelahian kedua menjadi penyebab utama kematian tragis ABP.

Baca Juga: Suasana Duka di Papua Barat Usai Serangan Bersenjata Tewaskan Prajurit TNI

10 Saksi Diperiksa, Dua Anak Berhadapan dengan Hukum

Hingga saat ini, Polres Grobogan telah memeriksa total 10 orang saksi yang terdiri dari 6 siswa dan 4 guru.

Fokus penyelidikan adalah mendalami peran dua anak yang saat ini berhadapan dengan hukum.

"Saat ini kami masih mendalami penyelidikan. Kemudian hari ini kita akan adakan gelar perkara untuk menentukan apakah yang bersangkutan bisa dinaikkan menjadi tersangka," kata Kapolres Grobogan, menyoroti penentuan status hukum terduga pelaku.

Polisi memastikan proses hukum akan tetap mempertimbangkan sistem perlindungan anak.

Selain itu, Polres telah berkoordinasi dengan Bapas, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial untuk penanganan kasus ini secara komprehensif.

Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Sinergi Kuat Kawal Reformasi TKD Demi Kemandirian Daerah

Upaya Pencegahan dan Trauma Healing

Menyikapi peristiwa tragis ini, Polres Grobogan telah mengambil langkah cepat dengan memberikan trauma healing kepada seluruh siswa-siswi SMPN 1 Geyer.

"Semoga anak-anak ini tidak trauma dengan adanya peristiwa itu, karena mereka adalah masa depan bangsa," harap AKBP Ike Yulianto.

Kapolres juga menekankan pentingnya pencegahan. Satuan Binmas dan Polsek telah diterjunkan untuk melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, menggarisbawahi pesan bahwa sekolah adalah tempat yang aman untuk anak-anak dan bullying harus dihentikan (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman