HEBOH! Siswa SMA di Lebak Banten Ditampar Kepala Sekolah usai Ketauan Merokok, Kepsek Dinonaktifkan

AKURAT BANTEN - Ketenangan di SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak terusik usai insiden penamparan seorang siswa oleh kepala sekolahnya. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/10) dan langsung memicu aksi protes besar-besaran dari para murid.
Sekitar 630 siswa dari 19 kelas memilih mogok belajar pada hari berikutnya. Mereka menolak masuk kelas sebagai bentuk solidaritas terhadap teman mereka yang menjadi korban. Bahkan, beberapa dari mereka membuat spanduk bertuliskan “Kami Tidak Akan Sekolah Sebelum Kepsek Dilengserkan” yang sempat terpajang di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ultimatum Program Rumah Subsidi, Serapan FLPP Harus Maksimal Sebelum Akhir Oktober
Kepala sekolah yang terlibat dalam insiden ini, Dini Fitria, akhirnya buka suara. Ia mengakui bahwa dirinya menampar siswa tersebut karena kecewa terhadap sikap tidak jujur sang murid.
“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras,” kata Dini saat ditemui di sekolah.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Gelar Dzikir dan Sholawat Akbar di HUT ke-393, Warga Diajak Bersyukur
Menurutnya, saat itu ia memergoki siswa yang berusaha menghindar setelah ditegur. Dini mengaku tindakannya lebih karena emosi sesaat dan bukan bentuk kekerasan fisik yang disengaja. Namun, insiden itu telanjur viral dan menimbulkan reaksi luas dari siswa maupun orang tua.
Sementara itu, siswa yang menjadi korban, Indra Lutfiana Putra (17), menceritakan versi berbeda. Ia mengaku sedang merokok di warung dekat sekolah sebelum ditegur.
Saat diminta mencari puntung rokok yang dibuang, Indra merasa dituduh berbohong dan kemudian mendapat tamparan dari kepala sekolah.
“Saya udah buang rokoknya, tapi disuruh cari lagi. Saya enggak bohong, tapi malah ditampar,” ujar Indra saat ditemui bersama orang tuanya.
Aksi mogok yang dilakukan ratusan siswa pun membuat situasi sekolah sempat tidak kondusif. Kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara, sementara pihak sekolah bersama komite dan Dinas Pendidikan Banten melakukan mediasi untuk menenangkan situasi.
Pemerintah Provinsi Banten akhirnya turun tangan. Kepala Dinas Pendidikan Banten memastikan bahwa Dini Fitria akan dinonaktifkan sementara selama proses pemeriksaan berlangsung.
“Itu sedang kita proses untuk dinonaktifkan,” ujar Gubernur Banten Andra Soni, Selasa (14/10), sembari menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir bentuk kekerasan apa pun di lingkungan pendidikan.
Saat ini, tim dari Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah dan komite sedang melakukan klarifikasi serta pendalaman kasus.
Pemerintah juga berencana memberikan pendampingan psikologis bagi siswa yang terdampak, sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar bisa segera kembali normal.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







