CCTV Analytic Ungkap Pelaku Pelecehan di Commuter Line, Pelaku Berhasil Diamankan Petugas

Akurat Banten - KAI Commuter mengambil langkah cepat dalam menangani laporan dugaan pelecehan seksual yang terjadi di dalam Commuter Line.
Peristiwa tersebut langsung ditindaklanjuti setelah korban menyampaikan laporan kepada pihak berwenang.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa timnya segera melakukan penelusuran menggunakan teknologi CCTV Analytic untuk mengidentifikasi pelaku.
Ia menegaskan bahwa pencarian dilakukan berdasarkan ciri-ciri yang telah dijelaskan oleh korban.
“Setelahnya kami melakukan konfirmasi kepada korban untuk kesesuaian terduga pelaku, agar selanjutnya dimasukkan ke dalam daftar cekal (blacklist),” ujarnya.
Baca Juga: BGN Gandeng Kemkomdigi Perkuat Benteng, Informasi Lawan Hoaks Program MBG
Langkah verifikasi tersebut menjadi bagian penting guna memastikan bahwa identitas pelaku benar-benar sesuai sebelum tindakan lebih lanjut diambil.
Setelah data terkonfirmasi, sistem keamanan KAI Commuter terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan pelaku.
Hingga akhirnya, notifikasi dari sistem CCTV Analytic muncul ketika pelaku kembali terdeteksi memasuki area stasiun dan menggunakan layanan Commuter Line.
Petugas yang menerima informasi tersebut segera bergerak cepat dengan melakukan koordinasi di lapangan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelaku dapat diamankan tanpa menimbulkan gangguan bagi penumpang lain.
Pelaku kemudian berhasil diamankan dan dibawa ke Stasiun Bojonggede guna menjalani pemeriksaan awal oleh petugas.
Setelah proses pemeriksaan berlangsung, pihak KAI Commuter juga menghadirkan korban untuk memastikan kembali identitas pelaku.
Selanjutnya, korban didampingi oleh petugas untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Depok agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendampingan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan terhadap korban.
“KAI Commuter juga akan memberikan pendampingan kepada pihak korban, baik secara hukum maupun psikologis, untuk menguatkan korban,” kata Leza.
Selain itu, KAI Commuter menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menciptakan rasa aman bagi seluruh pengguna jasa transportasi tersebut.
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas ketidaknyamanan yang dialami selama kejadian berlangsung.
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Tidak hanya itu, KAI Commuter juga mengajak seluruh penumpang untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar saat berada di dalam kereta maupun area stasiun.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan atau mengalami tindakan pelecehan seksual.
Laporan dapat disampaikan langsung kepada petugas di lapangan, melalui call center 021-121, maupun melalui kanal media sosial resmi KAI Commuter.
Sebelumnya, kasus ini sempat menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang diunggah melalui salah satu akun TikTok yang viral di media sosial.
Dalam video tersebut, korban memaparkan kronologi kejadian yang dialaminya sehingga memicu respons luas dari masyarakat.
Dengan adanya respons cepat dari KAI Commuter, diharapkan kasus serupa dapat dicegah dan keamanan penumpang semakin terjamin.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










