Banten

Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas dan Empat Luka Berat

Riski Endah Setyawati | 6 Maret 2026, 10:19 WIB
Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas dan Empat Luka Berat
Ilustrasi garis polisi (Istimewa)

Akurat Banten - Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan banyak kendaraan terjadi di ruas Jalan Tol Cipularang arah Jakarta pada Kamis malam.

Insiden yang berlangsung di kilometer 93 tersebut melibatkan sedikitnya sepuluh kendaraan dan menyebabkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Selain korban jiwa, kecelakaan tersebut juga membuat sejumlah orang mengalami luka-luka dan harus segera mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu Dibuka Pemprov DKI Jakarta, Warga Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya

Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Plaza Tol Pasteur Bandung, Agni Mayvinna, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sempat membuat seluruh jalur tidak bisa dilalui kendaraan.

"Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan dan sempat menyebabkan seluruh lajur tidak dapat dilintasi," kata Agni Mayvinna.

Menurut informasi awal dari petugas yang berada di lokasi kejadian, tabrakan beruntun itu tidak hanya menimbulkan korban meninggal dunia tetapi juga menyebabkan beberapa orang mengalami luka serius.

Empat orang dilaporkan mengalami luka berat akibat kerasnya benturan antarkendaraan yang terjadi di lokasi tersebut.

Tim penyelamat kemudian segera melakukan proses evakuasi terhadap para korban untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga: Stiker QR Judi Online Bertebaran di Jakarta Selatan, Polisi Ajak Warga Segera Melapor Jika Jadi Korban

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Seluruh korban yang telah dievakuasi, dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk perawatan lebih lanjut," kata Agni.

Tak lama setelah kejadian, petugas dari Jasamarga Metropolitan Tollroad yang bertanggung jawab atas pengelolaan Tol Cipularang langsung bergerak menuju lokasi kecelakaan.

Sejumlah tim gabungan diterjunkan guna menangani situasi darurat tersebut.

Petugas yang datang ke lokasi terdiri dari tim patroli jalan raya, kendaraan derek, ambulans, hingga Mobile Customer Service atau MCS.

Kehadiran tim tersebut bertujuan untuk mempercepat proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan sekaligus membantu korban yang membutuhkan pertolongan.

Selain itu, petugas juga berupaya mengatur arus lalu lintas yang sempat lumpuh total akibat kejadian tersebut.

Baca Juga: Debut Rahmat di All England 2026, Rian Ardianto Minta Rekannya Bermain Tanpa Beban

Upaya penanganan yang dilakukan secara bertahap akhirnya mulai membuka akses jalan bagi para pengguna tol.

Setelah hampir 40 menit penanganan di lokasi, sebagian jalur tol mulai dapat digunakan kembali oleh kendaraan yang melintas.

Petugas terus bekerja untuk mengevakuasi kendaraan yang rusak serta membersihkan area jalan dari sisa-sisa kecelakaan.

Proses tersebut berlangsung cukup intens karena banyaknya kendaraan yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Upaya penanganan lalu lintas akhirnya menunjukkan perkembangan setelah beberapa waktu.

Meski demikian, kondisi lalu lintas sempat mengalami kepadatan karena antrean kendaraan yang terjadi sejak awal kejadian.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut.

Berbagai kemungkinan sedang dikaji oleh petugas guna memastikan faktor yang memicu terjadinya tabrakan yang melibatkan banyak kendaraan itu.

Baca Juga: Bayi Diduga Dibuang di Depan SD Tarakanita Kebayoran Baru, Polisi Ungkap Usianya Baru Sekitar Tujuh Hari

Proses penyelidikan juga dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi serta memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Pihak pengelola jalan tol turut mengimbau para pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan tol.

Agni juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat proses evakuasi kendaraan di lokasi kecelakaan.

"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami selama proses evakuasi berlangsung. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, dan mengatur kecepatan saat berkendara di jalan tol," kata Agni.

Ia menekankan bahwa kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan berkendara menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan tol.

Pengendara juga diingatkan untuk selalu memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

Baca Juga: Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu Dibuka Pemprov DKI Jakarta, Warga Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya

Selain itu, menjaga jarak aman antar kendaraan dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan berlebihan menjadi langkah penting untuk menghindari risiko kecelakaan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.