Transparansi Bea Cukai dalam Kasus Korupsi POME, Menkeu Purbaya Gandeng Kejagung Berantas Praktik Ilegal

AKURAT BANTEN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik ilegal di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Ia menyatakan dukungan penuh terhadap penyelidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan korupsi POME (Palm Oil Mill Effluent) yang melibatkan oknum pejabat DJBC.
Purbaya menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berjalan merupakan wujud nyata dari kerja sama antara Kemenkeu dan Kejagung.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di internal DJBC, serta memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.
Baca Juga: Prabowo Tancap Gas! Aturan Baru Program Makan Bergizi Gratis Siap Digulirkan
"Dalam artian begini, Kejagung pernah bertanya, jika ada yang salah di Bea Cukai, dilindungi enggak? Saya bilang enggak, kalau salah, salah saja. Ini salah satu bentuk implementasi kerja sama itu," ujar Purbaya saat ditemui di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Ia menekankan bahwa Kemenkeu akan memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus POME kepada Kejagung.
Menurutnya, penegakan hukum yang independen dan tanpa pandang bulu adalah kunci utama dalam memberantas praktik korupsi yang merugikan negara.
Kasus POME ini menyoroti dugaan manipulasi yang dilakukan oleh eksportir dan pejabat yang terlibat dalam pengelolaan limbah kelapa sawit. Purbaya mengakui bahwa taktik yang digunakan para eksportir cukup cermat, sehingga pembuktian kasus ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa ketegasan dalam menghadapi praktik ilegal adalah hal yang mutlak. Ia memastikan bahwa pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran akan bertanggung jawab sesuai dengan aturan yang berlaku, tanpa adanya perlindungan khusus dari pihak manapun.
Baca Juga: Polemik Pabrik Aqua Subang: Warga Sekitar Keluhkan Kesulitan Air, Bisnis Untung, Rakyat Buntung?
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik yang semakin tajam terhadap praktik korupsi di sektor bea cukai, yang dinilai merugikan negara dalam hal penerimaan pajak dan ekspor produk strategis seperti kelapa sawit.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi sinyal yang jelas bagi seluruh pegawai DJBC untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas dan transparansi. Purbaya mengingatkan bahwa setiap tindakan yang melawan hukum akan ditindak tegas tanpa pandang bulu.
Baca Juga: Cak Imin Geram! Gurita Minimarket Raksasa Mencekik UMKM, Pemerintah Harus Bertindak
Kejagung sendiri telah memulai penyelidikan mendalam terkait kasus POME. Tim penyidik berupaya mengumpulkan bukti-bukti yang kuat dan memetakan alur dugaan korupsi agar proses hukum dapat berjalan secara adil dan transparan.
Purbaya menambahkan bahwa kerja sama antara Kemenkeu dan Kejagung dapat menjadi model koordinasi yang efektif antarinstansi dalam upaya pemberantasan praktik ilegal.
Ia berharap upaya ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan dan penegakan hukum di sektor keuangan negara. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










