Banten

Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang Amankan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Menolak Terlibat Eskalasi

Rahmawati Huda | 16 Maret 2026, 14:20 WIB
Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang Amankan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Menolak Terlibat Eskalasi
Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang Amankan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Menolak Terlibat Eskalasi/ IG : realdonaldtrump

AKURAT BANTEN - Presiden Donald Trump menyerukan kepada negara-negara lain untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi titik penting bagi ekspor minyak dan energi global, di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Trump menyatakan harapannya bahwa sejumlah negara besar, termasuk sekutu tradisional seperti Inggris, Jepang, Korea Selatan, Prancis, dan China dapat mengirim kapal perang untuk menjaga pelayaran tetap lancar di wilayah tersebut karena gangguan oleh Iran terhadap lalu lintas maritim. 

Baca Juga: AS Klaim Hancurkan Target Militer Iran di Pulau Kharg, Teheran Bantah Kerusakan Infrastruktur Minyak dan Ancam Serangan Balasan

Respons dari beberapa negara yang diminta turut beragam. Jepang menyatakan tidak berencana mengirim kapal angkatan laut untuk misi pengawalan di Selat Hormuz, dengan alasan kendala konstitusional dan pertimbangan hukum serta politik di dalam negeri.

Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang di parlemen saat membahas permintaan Trump.

Australia juga menegaskan tidak akan mengirim kapal perang ke kawasan tersebut, dengan pemerintah menyebut hal itu bukan bagian dari langkah yang mereka kontribusikan atau diminta.

Baca Juga: Kim Jong Un Ajak Putrinya Kim Ju Ae Saksikan Uji Coba Roket Artileri 600 Mm Korea Utara, Spekulasi Soal Calon Penerus Kembali Muncul

Permohonan Trump itu muncul di tengah eskalasi konflik yang memengaruhi jalur energi global dan perdagangan internasional.

Iran telah menghalangi sebagian besar lalu lintas di Selat Hormuz sebagai bagian dari perlawanan terhadap serangan udara oleh AS dan sekutunya, yang mengakibatkan pasokan minyak terhambat dan harga energi global meningkat. 

Sementara beberapa negara menolak keterlibatan militer langsung, diskusi diplomatik terus berlanjut mengenai peran apa yang dapat dimainkan pihak lain untuk meredakan ketegangan tanpa memperluas konflik.***


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.