PRABOWO PANGGIL 'MUSUH' WHOOSH: Jonan Dipanggil ke Istana, Solusi Kereta Cepat di Ujung Tanduk?

AKURAT BANTEN-Di tengah polemik pembiayaan dan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang memanas, langkah Presiden Prabowo Subianto memanggil mantan Direktur Utama PT KAI sekaligus eks Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, ke Istana Kepresidenan pada Senin malam, 3 November 2025, sontak menarik perhatian publik.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini memunculkan spekulasi luas, mengingat Jonan adalah figur yang dikenal menentang keras proyek Whoosh sejak awal.
Jonan Membantah Bahas Whoosh, Prabowo Mengiyakan
Meskipun Jonan kepada awak media mengaku pertemuannya hanya sebatas "diskusi" dan "sharing pandangan sebagai rakyat" mengenai program-program Presiden, serta menegaskan tidak ada pembahasan spesifik tentang Whoosh—bahkan merasa sudah "pensiun" dan tidak punya kapasitas untuk berkomentar—pernyataan dari pihak Istana menunjukkan hal berbeda.
Presiden Prabowo Subianto pada keesokan harinya, Selasa, 4 November 2025, mengakui bahwa polemik kereta cepat Whoosh adalah salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pernyataan kontradiktif ini semakin memperdalam misteri dan urgensi di balik panggilan tersebut. Jonan, yang menjabat Dirut KAI (2009-2014) dan Menhub (2014-2016) di era Presiden Jokowi, datang sebagai tokoh yang memiliki rekam jejak kuat dan pandangan skeptis terhadap proyek tersebut.
Penolakan Keras Jonan pada Whoosh: Sejak Masa Jabatan
Konteks pemanggilan Jonan menjadi sangat krusial mengingat sejarah penolakannya terhadap proyek Whoosh.
Alasan Penolakan: Pakar kebijakan publik dan transportasi, Agus Pambagio, mengungkapkan bahwa Jonan adalah salah satu penolak proyek tersebut karena pertimbangan biaya konsesi yang terlalu mahal dan masa konsesi yang langsung 50 tahun.
Ketidakadilan dan Feasibilitas: Jonan kala itu menyoroti bahwa rute Jakarta-Bandung terlalu pendek untuk kereta cepat dan dari aspek keadilan, pembangunan seharusnya lebih difokuskan untuk pemerataan di luar Jawa (Trans-Sumatra, Trans-Kalimantan, dll.).
Pergantian Menteri: Mantan Menko Polhukam Mahfud MD bahkan pernah menyebut pemecatan Jonan sebagai Menteri Perhubungan merupakan hak prerogatif Presiden, yang terjadi tak lama setelah Jonan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap perubahan skema proyek dari Jepang ke Tiongkok yang dinilai tidak feasible secara ekonomi.
Sinyal Kesiapan Berkontribusi
Meskipun membantah ada tawaran posisi kabinet, Ignasius Jonan menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi kepada pemerintahan jika ditugaskan. "Kalau ditugaskan ya, kalau selama saya bisa pasti mau sih. Kalau saya bisa," ujarnya, memberikan sinyal terbuka untuk kembali berkecimpung di pemerintahan atau penugasan khusus, seandainya Presiden membutuhkan keahliannya.
Dengan Presiden Prabowo yang kini mengambil tanggung jawab penuh untuk mencari solusi utang Whoosh dan memanggil sosok yang paling kritis terhadap proyek tersebut, pertemuan ini diperkirakan menjadi langkah strategis untuk mendapatkan perspektif mendalam dan alternatif solusi, tidak hanya dari internal tim saat ini tetapi juga dari tokoh yang memiliki integritas dan pemahaman teknis yang mumpuni di sektor perkeretaapian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









