Pemkot Tangsel Fokus Tangani Kasus Bullying Siswa SMPN, Wakil Wali Kota Sebut Korban Punya Riwayat Penyakit Berat

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus menangani kasus dugaan bullying yang menimpa siswa berinisial MH (13) di salah satu SMP Negeri di wilayahnya.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan menunjukkan korban memiliki riwayat penyakit yang cukup berat.
"Saat pengecekan oleh Dinas Kesehatan (Kota Tangsel), katanya (MH) ada beberapa memang riwayat penyakit yang memang agak cukup berat ya. Di luar daripada masalah fisik pembullyan, memang karena anaknya memang punya riwayat penyakit yang berat," ujar Pilar, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Tragis! Truk Tangki Solar Terguling di Purworejo, Satu Tewas dan Muatan Tumpah ke Jalan
Pilar menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan dan memilih untuk fokus pada pemulihan kondisi kesehatan korban.
"Saya tidak bisa sampaikan (riwayat penyakitnya), tapi kita lagi menunggu perkembangannya. Kita sekarang lagi fokus masalah anaknya terkait kesehatan. Jadi kita kontrol terus apa yang mereka butuhkan. Kita dampingi dari Dinas Kesehatan," tambah Pilar.
Lebih lanjut, kata Pilar, Pemkot Tangsel juga terus berupaya menjernihkan persoalan antara pihak korban dan terduga pelaku agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
"Sebenarnya ini kita clear kan dulu ya masalah antara kedua orang tua. Jangan sampai komunikasi dengan orang tua terkendala," jelasnya.
Ia memastikan akan segera menjenguk MH dalam waktu dekat ini, selain itu, Pilar juga mengingatkan agar Kepala Sekolah dan Guru di Kota Tangerang Selatan dapat mengawasi murid dan mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
"Insyaallah, dalam waktu dekat, saya siap untuk melakukan kunjungan kepada anak tersebut. (Soal bullying) Kami selalu menyampaikan kepada kepala sekolah dan juga guru-guru supaya mengawasi anak-anak didik. Supaya mereka, kenakalan remaja itu bisa diantisipasi," tandas Pilar.
Baca Juga: Polres Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Pelaku Pemalsuan Kartu E-PMI, Begini Modusnya
Sebelumnya, keluarga korban melalui sepupunya, Rizki, menuturkan bahwa MH mengalami kondisi kesehatan yang memburuk setelah dugaan insiden bullying tersebut.
"Bagian kepalanya dipukul pakai kursi sekolah yang besi. Sehari setelah itu dia baru ngadu ke keluarga karena sudah nggak kuat nahan sakit di kepalanya," ungkap Rizki, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, kondisi korban kini semakin mengkhawatirkan lantaran tubuhnya melemah dan kerap tidak sadarkan diri.
"Sekarang sudah nggak bisa kami bawa jalan. Badannya lemes semua, mata sedikit rabun, sering pingsan dan enggak mau makan," tambahnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan serta jajaran terkait dapat turun tangan memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan adil.
"Kami ingin MH kembali sehat, tapi itu kan butuh biaya yang banyak," ungkapnya.
Ia juga meminta ada evaluasi serius terhadap sistem pengawasan di sekolah serta langkah tegas untuk mencegah perundungan di lingkungan pendidikan.
"Harusnya di setiap ruang kelas itu ada cctv karena itu penting untuk alat bukti ketika ada hal seperti ini terjadi," tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, memastikan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya.
Baca Juga: ASN Pemilik Narkoba Ditangkap, Sekda Tangerang Bongkar Sikap Tegas Pemkab Tak Ada yang Dibela!
"Sudah kami mediasi. Ada juga pendamping, ada dari PPA juga. Sudah ada kesepakatan, bahwa yang bersangkutan sudah siap membantu biaya pengobatan," ujar Deden. Senin (10/11/25)
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak kini sedang fokus pada pemulihan kondisi MH yang saat ini masih dalam penanganan medis.
"Hari ini kita fokus ke anaknya saja. Kepala Sekolah, sama Pak Kabid (SMP), sedang berkunjung ke rumah orang tuanya (MH)," terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







