Mensos Sebut Palagan Lengkong Jadi Cermin Jiwa Bangsa dan Api Semangat Kepahlawanan

AKURAT BANTEN - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa Palagan Lengkong bukan sekadar situs sejarah, melainkan cermin jiwa bangsa dan simbol semangat perjuangan yang harus terus hidup di setiap zaman.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara peringatan Pertempuran Lengkong di Kota Tangerang Selatan, bersama para keturunan pahlawan nasional, Rabu (12/11/2025).
Dalam sambutannya, Gus Ipul menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai pengorbanan dan idealisme generasi muda yang ditunjukkan para taruna militer dalam pertempuran 25 Januari 1946 di Lengkong.
Ia mengatakan, semangat juang yang diwariskan oleh para pahlawan tidak boleh berhenti di masa lalu, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian sosial dan perjuangan melawan ketimpangan di masa kini.
"Palagan Lengkong bukan sekadar situs sejarah. Ia adalah cermin jiwa bangsa. Ia mengingatkan bahwa semangat muda yang idealis dan berani harus terus menyala di setiap zaman," ujar Gus Ipul dalam pidatonya.
Menurutnya, perjuangan masa kini tidak lagi di medan perang, tetapi di medan sosial memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.
"Tugas kita hari ini mungkin tidak lagi mengangkat senjata, tetapi mengangkat martabat manusia. Tugas kita bukan lagi menumpahkan darah, tetapi menumpahkan kasih dan tenaga untuk mereka yang tertinggal, miskin, dan lemah," tegasnya.
Dalam acara itu, Gus Ipul juga memberikan apresiasi kepada para keturunan pahlawan nasional yang hadir, termasuk Ibu Mutia Hatta, putri pertama Proklamator Mohammad Hatta, serta sejumlah keluarga besar pahlawan lain seperti Jenderal Sudirman, Agus Salim, dan Pangeran Diponegoro.
"Beliau-beliau ini adalah orang hebat. Ayahnya, kakeknya pahlawan nasional, tapi mereka tidak menonjol-nonjolkan diri. Mereka terus bekerja dan berusaha untuk menyalakan api semangat para pahlawan," kata Gus Ipul.
Baca Juga: Jaksa Gadungan Ditangkap di Pamulang, Bawa Uang Rp310 Juta dan Senpi Berisi Peluru Aktif
Momen peringatan tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Sony, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Tangerang dan Jakarta.
Kepada para pelajar, Gus Ipul berpesan agar semangat perjuangan Daan Mogod dan para taruna di Palagan Lengkong dijadikan inspirasi untuk membangun masa depan bangsa.
"Kalianlah yang nanti akan menjadi pemimpin masa depan. Kalau sekarang gubernurnya Pak Andra Soni, siapa tahu 20 tahun lagi gubernurnya salah satu dari kalian," ucapnya disambut tepuk tangan para peserta.
Mengakhiri pidatonya, Gus Ipul mengutip secarik puisi peninggalan Letnan Satu Subianto Joyo Adikusumo salah satu taruna yang gugur dalam pertempuran tersebut.
"Kami angkatan yang mesti musnah, agar menjelma angkatan baru di atas pusara kami lebih sempurna," kutipnya.
Baca Juga: Natalius Pigai Beri Lampu Merah, Tegaskan Dalam Sebulan Aturan Anti-Bullying Harus Jadi!
Gus Ipul menegaskan, semangat para pahlawan yang gugur muda harus menjadi sumber inspirasi dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
"Setiap keringat kita adalah lanjutan dari darah para pahlawan. Setiap langkah kita menuju masyarakat adil dan sejahtera adalah bentuk penghormatan sejati bagi mereka yang telah gugur," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










