Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Dunia, Keluarga Soroti Dugaan Bullying di Sekolah

AKURAT BANTEN - Seorang siswa SMP Negeri 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial MH meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif lebih dari sepekan di RS Fatmawati, Jakarta.
Kabar duka itu disampaikan Alvian, kuasa hukum keluarga, saat ditemui di rumah duka di kawasan Ciater, Serpong, Minggu (16/11/2025).
"Jam setengah enam setelah salat subuh dikabarin Hisyam udah gak ada," ujar Alvian.
Baca Juga: Rehabilitasi Presiden Jadi Angin Segar, Dua Guru Luwu Utara Harus Kembali Mengajar
Peristiwa bermula ketika MH mengaku dipukul menggunakan kursi besi oleh teman sebangkunya.
Setelah kejadian tersebut, kondisi tubuhnya menurun drastis. Ia kerap mengeluhkan sakit dan kemudian dinyatakan memiliki tumor otak oleh tim medis.
Namun pihak keluarga menyatakan tidak pernah mengetahui adanya riwayat penyakit tersebut.
Baca Juga: LTCB dan PERMAHI Banten Gelar Law On The Road, Touring Sambil Edukasi Hukum di Padarincang
"Keluarga bilang almarhum tidak punya riwayat penyakit,” tegas Alvian.
Keluarga menyampaikan bahwa MH dibawa ke rumah sakit setelah dua hari proses mediasi dengan keluarga terduga pelaku berlangsung.
Sejak tiba di RS Fatmawati, kondisinya terus melemah hingga akhirnya MH dinyatakan meninggal dunia.
Rumah duka pun terus didatangi kerabat dan warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Baca Juga: MK Putuskan Polisi Tak Boleh Rangkap Jabatan Sipil, Yusril: Jadi Momentum Reformasi Kepolisian
Sebelumnya, berdasarkan keterangan keluarga, MH disebut mengalami penurunan kondisi signifikan setelah insiden pemukulan tersebut.
Setelah kejadian itu, MH, disebut kesulitan berjalan dan mengalami pandangan yang melemah.
"Badan udah nggak bisa dibawa jalan. Pada lemes semua, mata sedikit rabun," ungkap Rizky, sepupu korban.
Terpisah, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie sebelumnya sudah mendapatkan laporan mengenai kondisi medis MH.
Baca Juga: MK Tegaskan Kapolri Bukan Bagian Kabinet Presiden, Permohonan Mahasiswa Ditolak
Ia menyebut bahwa tumor otak bukan penyakit yang berkembang secara mendadak meski tidak selalu disadari pasien.
Meski begitu, ia menekankan bahwa perilaku perundungan tidak dapat ditoleransi.
"Tumor otak itu kan enggak tiba-tiba. Prosesnya panjang itu bertahun-tahun. Cuman enggak dirasa," jelas Benyamin di Mapolres Tangsel, Sabtu (15/11/2025) kemarin.
Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang mengatakan pihaknya telah mengunjungi SMPN 19 sebanyak tiga kali untuk mengumpulkan informasi.
Dalam peristiwa itu, kata dia, lima orang saksi telah dimintai keterangan, termasuk pihak sekolah.
Saat ini aparat kepolisian masih mendalami keterkaitan antara dugaan bullying dan kondisi medis yang menimpa remaja berusia 13 tahun tersebut.
"Pastinya polisi akan menangani kasus ini secara profesional," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







