Kim Jong Un 'Tampar' Amerika: Kasus Iran Buktikan Nuklir Adalah Harga Mati Korea Utara!

AKURAT BANTEN– Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, baru saja melontarkan pernyataan yang seolah "menampar" wajah diplomasi Amerika Serikat (AS).
Di tengah memanasnya konflik global antara Iran, Israel, dan AS, Kim dengan tegas menyatakan bahwa Korea Utara tidak akan pernah tertipu oleh "rayuan manis" Washington untuk melucuti senjata nuklirnya.
Bagi Kim, kehancuran dan ketegangan yang dialami Iran saat ini adalah bukti nyata yang paling valid: Tanpa nuklir, sebuah negara hanya akan menjadi bulan-bulanan kekuatan militer Barat.
Baca Juga: AS dan Israel Waspada! Ini 3 Prediksi Ngeri Pasca Zolghadr Pimpin Keamanan Tertinggi Iran
Pelajaran Berdarah dari Timur Tengah
Dalam pidato penting di hadapan Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un tidak ragu menyebut bahwa situasi dunia saat ini—terutama perang yang melibatkan Iran—menjadi pembenaran mutlak atas kebijakan nuklir Pyongyang.
"Situasi saat ini jelas membuktikan bahwa Korea Utara dibenarkan dalam menolak tekanan dan rayuan manis AS," ujar Kim dengan nada menantang.
Situasi saat ini jelas membuktikan bahwa Korea Utara dibenarkan dalam menolak tekanan dan rayuan manis AS untuk melepaskan persenjataan nuklir. Status kami sebagai negara nuklir kini sepenuhnya tidak bisa dibalikkan.
— Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara.
Ia menilai, negara-negara yang tidak memiliki tameng nuklir akan selalu berada dalam posisi rentan terhadap agresi militer AS.
Sebaliknya, nuklir bagi Korea Utara bukan lagi sekadar alat pertahanan, melainkan identitas yang "tidak bisa diubah dan bersifat final."
Baca Juga: Harga Minyak Bisa Tembus Angka Gila! Ancaman Ranjau Iran di Jalur Nadi Dunia Bikin AS Ketar-Ketir
Menolak 'Rayuan' Donald Trump
Pernyataan keras ini muncul tepat ketika ada sinyal dari pihak Donald Trump yang ingin menghidupkan kembali dialog diplomasi yang sempat mati suri sejak 2019.
Namun, Kim Jong Un tampaknya sudah kehilangan kepercayaan pada janji-janji ekonomi Washington.
Ia menganggap tawaran damai Amerika hanyalah "skenario" untuk melucuti kekuatan lawan sebelum akhirnya dihancurkan—seperti yang ia lihat terjadi pada peta konflik di Timur Tengah.
Kim menegaskan, jika AS ingin bicara, mereka harus terlebih dahulu mengakui Korea Utara sebagai kekuatan nuklir dunia dan menghentikan semua kebijakan bermusuhan.
Baca Juga: Dunia Tegang Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, AS Siapkan Serangan, NATO Langsung Bergerak
Nuklir: Harga Mati yang Tak Bisa Ditawar
"Tamparan" Kim Jong Un ini mengirimkan pesan dingin ke seluruh dunia. Korea Utara tidak lagi melihat senjata nuklir sebagai alat tawar-menawar (bargaining chip) untuk mendapatkan bantuan pangan atau penghapusan sanksi ekonomi.
Nuklir kini dianggap sebagai "Harga Mati" untuk bertahan hidup. Dengan kata lain, selama ancaman AS masih ada,
Pyongyang akan terus menambah koleksi hulu ledaknya, tak peduli seberapa keras tekanan internasional yang datang.
Baca Juga: Tegang di Selat Hormuz! Dari 5 Kapal Pertamina, Ternyata Baru Segini yang Berhasil Lewat
Apa Dampaknya bagi Dunia?
Pernyataan Kim ini diprediksi akan membuat suhu politik di Semenanjung Korea kembali mendidih.
Dengan tertutupnya pintu negosiasi denuklirisasi, dunia kini harus bersiap menghadapi Korea Utara yang semakin agresif dan "percaya diri" dengan payung nuklirnya.
Apakah Washington akan tetap pada pendiriannya, atau terpaksa mengakui status nuklir Korut demi menghindari perang besar?
Satu hal yang pasti: Kim Jong Un telah membuktikan bahwa ia lebih memilih senjata daripada janji manis Amerika.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










