Iran Permalukan Amerika: Jangan Topengi Kekalahan Anda dengan Gencatan Senjata!

AKURAT BANTEN –Dunia internasional diguncang oleh pernyataan keras dari militer Iran.
Secara terang-terangan, Teheran mempermalukan Amerika Serikat (AS) dengan menolak mentah-mentah proposal gencatan senjata yang diajukan pemerintahan Donald Trump.
Iran menilai, tawaran damai tersebut hanyalah upaya "mencuci muka" Washington atas kegagalan strategis mereka di Timur Tengah.
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, menyampaikan pesan menohok melalui video yang disiarkan televisi pemerintah.
Ia menegaskan bahwa era gertakan Amerika sudah berakhir.
Baca Juga: Kim Jong Un 'Tampar' Amerika: Kasus Iran Buktikan Nuklir Adalah Harga Mati Korea Utara!
"Anda Bernegosiasi dengan Diri Sendiri"
Pernyataan pedas ini merupakan respons langsung terhadap 15 poin proposal gencatan senjata yang dikirimkan AS melalui perantara Pakistan.
Alih-alih mempertimbangkan poin-poin tersebut, Zolfaghari justru melontarkan ejekan yang meruntuhkan wibawa diplomasi Paman Sam.
“Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan telah berubah menjadi kegagalan strategis,” sindir Zolfaghari dengan tajam.
Ia bahkan mempertanyakan kewarasan diplomasi AS di tengah kekacauan internal mereka sendiri. “Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan.
Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda akhirnya bernegosiasi dengan diri sendiri?” tambahnya, seperti dikutip dari laporan AP, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: AS dan Israel Waspada! Ini 3 Prediksi Ngeri Pasca Zolghadr Pimpin Keamanan Tertinggi Iran
Sinyal Penolakan Total: "Tidak Sekarang, Tidak Pernah!"
Bagi militer Iran, tawaran 15 poin dari Trump dianggap sebagai bukti bahwa posisi tawar Amerika sedang berada di titik terendah.
Teheran menegaskan bahwa mereka tidak akan sudi berkompromi dengan pihak yang terus-menerus memberikan janji kosong.
“Kata pertama dan terakhir kami tetap sama sejak hari pertama: Pihak seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan pihak seperti Anda. Tidak sekarang, tidak pernah,” tegas Zolfaghari.
Baca Juga: Dunia Tegang Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, AS Siapkan Serangan, NATO Langsung Bergerak
Tensi Tinggi di Ambang Perang Terbuka
Penolakan keras ini terjadi di saat yang sangat krusial. Sebelumnya, Donald Trump sempat melontarkan ancaman ekstrem untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran dalam waktu 48 jam jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Namun, alih-alih ciut, militer Iran justru menunjukkan sikap menantang.
Dengan menyebut tawaran damai AS sebagai "topeng kekalahan",
Teheran seolah mengirim pesan kepada dunia bahwa mereka siap menghadapi eskalasi apa pun, termasuk konfrontasi militer langsung.
Kini, bola panas ada di tangan Gedung Putih. Apakah Amerika akan membalas penghinaan ini dengan kekuatan militer, atau justru terpaksa menelan ludah sendiri menghadapi ketegaran Teheran? (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










