Mojtaba Khamenei Menghilang dari Publik, Trump: Saya Tidak Tahu Dia Masih Hidup atau Tidak

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memanas. Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mempertanyakan keberadaan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.
Trump mengaku belum melihat bukti yang menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei benar-benar masih hidup sejak diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran.
Dalam wawancara dengan media pada Sabtu (14/3/2026), Trump menyoroti fakta bahwa pesan pertama Mojtaba Khamenei setelah menjabat hanya disampaikan secara tertulis tanpa kemunculan publik.
Menurut Trump, hingga saat ini belum ada bukti visual yang memastikan kondisi pemimpin baru Iran tersebut.
“Saya tidak tahu apakah dia bahkan masih hidup. Sejauh ini tidak ada yang bisa menunjukkan dia,” ujar Trump.
Rumor Kondisi Mojtaba Khamenei
Trump juga menyinggung berbagai rumor yang beredar terkait kondisi Mojtaba Khamenei di tengah konflik yang semakin memanas.
Ia mengatakan mendengar kabar bahwa pemimpin baru Iran tersebut mungkin sudah meninggal. Namun, Trump mengakui bahwa informasi tersebut masih sebatas spekulasi.
“Saya mendengar dia tidak hidup, dan jika dia hidup, dia harus melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, yaitu menyerah,” kata Trump.
Pernyataan tersebut langsung memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi sebenarnya dari Mojtaba Khamenei.
Naik Takhta Setelah Ali Khamenei Tewas
Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Kematian Ali Khamenei menjadi titik balik besar dalam konflik kawasan. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Teluk.
Baca Juga: Kondisi Mojtaba Khamenei Disebut Terluka Parah oleh AS, Iran: Pemimpin Kami Baik-Baik Saja
Namun sejak resmi menggantikan posisi ayahnya pada awal Maret, Mojtaba Khamenei belum pernah terlihat tampil di hadapan publik. Ketidakhadiran ini memicu berbagai spekulasi baik di dalam negeri Iran maupun di dunia internasional.
Laporan dari The New York Times yang mengutip sejumlah pejabat Iran menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei kemungkinan mengalami cedera saat serangan awal terjadi.
Disebutkan bahwa ia mengalami luka, termasuk pada bagian kaki.
Media televisi pemerintah Iran bahkan sempat menyebut Mojtaba sebagai “veteran yang terluka” dalam konflik yang sedang berlangsung, meskipun tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai kondisi kesehatannya.
Iran Bantah Pemimpin Barunya Terluka Parah
Pemerintah Iran membantah berbagai spekulasi yang menyebut Mojtaba Khamenei mengalami cedera serius atau tidak mampu menjalankan tugas sebagai pemimpin tertinggi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa tidak ada masalah dengan kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.
Pernyataan itu juga menanggapi klaim Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, yang sebelumnya menyebut Mojtaba kemungkinan terluka dan bahkan bisa mengalami cacat akibat serangan tersebut.
Meski begitu, hingga kini ketidakhadiran Mojtaba Khamenei di hadapan publik masih terus menimbulkan pertanyaan besar di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










