Banten

Geger Penemuan Mayat Pria di Kubangan Limbah RPH Kapuk, Warga Dikejutkan Bau Menyengat

Riski Endah Setyawati | 27 Maret 2026, 06:27 WIB
Geger Penemuan Mayat Pria di Kubangan Limbah RPH Kapuk, Warga Dikejutkan Bau Menyengat
Ilustrasi Mayat (Istimewa)

Akurat Banten - Warga di kawasan Jalan Peternakan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, dibuat heboh setelah ditemukannya sesosok jasad pria di kubangan air limbah rumah pemotongan hewan.

Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi setelah kabar menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut.

Peristiwa ini pertama kali diketahui ketika seorang warga melihat sesuatu yang mencurigakan di dalam genangan limbah tersebut.

Saksi yang menemukan jasad itu segera memberi tahu warga lain hingga akhirnya laporan diteruskan kepada pengurus lingkungan setempat.

Baca Juga: Emas Diprediksi Melonjak Tembus 6.000 Dolar AS, Ini Alasan di Baliknya

Salah satu warga bernama Heri mengungkapkan bahwa situasi sempat menjadi ramai karena warga penasaran dengan temuan tersebut.

"Awalnya ada warga yang lihat (mayat), terus laporan lah. Habis itu saya sebagai warga lapor ke RT setempat," ujar Heri.

Menurut Heri, tidak ada warga sekitar yang mengenali identitas korban yang ditemukan dalam kondisi telungkup di dalam kubangan limbah tersebut.

Kondisi jasad saat ditemukan memunculkan dugaan bahwa korban telah meninggal sejak beberapa waktu sebelumnya.

Bau tidak sedap yang sangat menyengat tercium di sekitar lokasi hingga menarik perhatian warga yang melintas maupun yang tinggal di sekitar area tersebut.

Baca Juga: Kapan PNS dan Pegawai Swasta Mulai WFH Lagi? Ini Penjelasan Lengkap Airlangga Hartarto

Saat dilihat dari dekat, tubuh korban tampak sudah mengalami pembusukan yang cukup parah.

Sejumlah lalat juga terlihat mengerubungi bagian tubuh korban, menandakan proses dekomposisi telah berlangsung.

Selain itu, kondisi tubuh korban tampak membengkak akibat terlalu lama terendam dalam air limbah.

Dari pengamatan awal di lokasi, tidak terlihat adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang mencolok pada tubuh korban.

Tidak ditemukan luka akibat benda tajam maupun bekas hantaman benda tumpul yang biasanya menjadi indikasi tindak kriminal.

Korban diketahui mengenakan celana panjang berwarna hitam serta kaos cokelat saat ditemukan oleh warga.

Meski demikian, identitas korban hingga kini masih belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan pengamanan area untuk mencegah kerumunan warga semakin mendekat.

Baca Juga: Emas Diprediksi Melonjak Tembus 6.000 Dolar AS, Ini Alasan di Baliknya

Proses identifikasi awal terhadap jasad korban pun langsung dilakukan guna mengungkap identitas serta penyebab kematian.

Sejumlah petugas terlihat melakukan olah tempat kejadian perkara dengan teliti untuk mengumpulkan berbagai petunjuk yang mungkin ada.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian pria tersebut masih menjadi misteri dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus ini.

Warga sekitar berharap agar identitas korban segera terungkap sehingga keluarga dapat segera mengetahui keberadaan korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama area yang jarang terpantau.

Kasus penemuan jasad di lokasi seperti ini juga menambah daftar kejadian serupa yang kerap terjadi di kawasan perkotaan padat penduduk.

Baca Juga: Emas Diprediksi Melonjak Tembus 6.000 Dolar AS, Ini Alasan di Baliknya

Penyelidikan yang dilakukan aparat diharapkan mampu mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian hingga penyebab kematian korban.

Sementara itu, suasana di sekitar lokasi penemuan kini sudah mulai kembali kondusif meskipun masih menyisakan rasa penasaran di kalangan warga.

Polisi memastikan bahwa proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga semua fakta terkait kasus ini berhasil diungkap.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.