Banten

Harga BBM Naik Lagi per 26 Maret 2026, Masyarakat Diminta Siap Hadapi Dampaknya

Riski Endah Setyawati | 27 Maret 2026, 20:47 WIB
Harga BBM Naik Lagi per 26 Maret 2026, Masyarakat Diminta Siap Hadapi Dampaknya
Ilustrasi Uang (Istimewa)

Akurat Banten - Kenaikan harga bahan bakar kembali terjadi dan membuat pengguna kendaraan bermotor harus mengatur ulang pengeluaran harian mereka.

Mulai Kamis, 26 Maret 2026, PT Pertamina Persero secara resmi mengumumkan penyesuaian harga terbaru untuk sejumlah jenis BBM yang beredar di pasaran.

Kebijakan ini diambil di tengah kondisi global yang belum stabil, terutama karena fluktuasi harga minyak mentah dunia yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah.

Tidak hanya itu, tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga ikut memperbesar beban biaya impor energi.

Akibatnya, penyesuaian harga menjadi langkah yang dinilai tidak terhindarkan.

Baca Juga: Gaji ke-13 PNS 2026 Dipastikan Cair Juni Ini, ASN Siap Dapat Tambahan Penghasilan Lagi

Di wilayah Jawa Tengah, salah satu kenaikan paling mencolok terlihat pada jenis Pertamina Dex yang mengalami lonjakan hingga Rp 1.000 per liter.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian masyarakat, khususnya pengguna kendaraan diesel yang bergantung pada jenis BBM tersebut.

Perubahan harga pada Maret 2026 ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang saling berkaitan.

Konflik di sejumlah negara penghasil minyak dunia berdampak langsung terhadap terganggunya pasokan energi global.

Situasi tersebut membuat harga minyak mentah menjadi tidak stabil dan cenderung meningkat.

Baca Juga: Pandeglang Diserbu Wisatawan, Lonjakan Kunjungan Capai Ratusan Ribu Saat Lebaran

Pemerintah bersama Pertamina menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan energi dalam negeri agar tetap aman.

Meskipun biaya pengadaan meningkat, distribusi BBM diharapkan tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Selain faktor global, kondisi ekonomi dalam negeri juga turut menjadi pertimbangan penting.

Nilai tukar rupiah yang melemah membuat biaya impor bahan baku semakin tinggi, sehingga memengaruhi harga jual BBM nonsubsidi.

Hal ini menjadi dasar dalam penentuan harga keekonomian yang berlaku saat ini.

Untuk masyarakat di wilayah Solo dan sekitarnya, ada kabar yang sedikit melegakan.

Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar dipastikan tidak mengalami perubahan.

Baca Juga: Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: 20 Persen Tubuh Meleleh Akibat Kimia Asam Kuat, Akankah Kembali Normal?

Kedua jenis bahan bakar tersebut tetap dijual dengan harga sebelumnya.

Namun, untuk BBM nonsubsidi, terdapat kenaikan dengan variasi berbeda pada masing-masing jenis.

·         Kenaikan berkisar antara Rp 400 hingga Rp 1.000 per liter.

·         Pertamax kini dibanderol Rp 12.300 per liter dari sebelumnya Rp 11.800.

·         Pertamax Green juga mengalami kenaikan menjadi Rp 12.900 dari Rp 12.450.

·         Sementara itu, Pertamax Turbo naik menjadi Rp 13.100 dari harga sebelumnya Rp 12.700.

·         Untuk Dexlite, harga terbaru mencapai Rp 14.200 dari Rp 13.250.

·         Sedangkan Pertamina Dex kini berada di angka Rp 14.500 per liter dari sebelumnya Rp 13.500.

Kenaikan harga ini diperkirakan akan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Baca Juga: Pengunjung Keluhkan Tiket Tanpa Karcis di Pantai Pandeglang, Disbudpar Akui Jadi PR

Biaya transportasi berpotensi meningkat, terutama bagi pelaku usaha yang mengandalkan distribusi barang.

Efek berantai juga bisa terasa pada harga kebutuhan pokok akibat naiknya ongkos logistik.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar serta mengatur pengeluaran secara cermat.

Penghematan energi menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban biaya harian.

Meski terjadi kenaikan harga, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM tetap aman di seluruh SPBU.

Khususnya di wilayah Solo Raya, distribusi bahan bakar dijamin berjalan normal tanpa kendala berarti.

Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga minyak dunia.

Langkah ini dilakukan untuk menentukan apakah akan ada penyesuaian harga kembali di masa mendatang.

Masyarakat disarankan untuk selalu mengikuti informasi resmi agar tidak terpengaruh kabar yang belum tentu benar.

Dengan memahami kondisi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan harga energi yang dinamis.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.