Banten

Dari Kantong Pribadi Presiden Prabowo: Ribuan 'Kuda Besi' Listrik Angkat Martabat Tukang Becak Lansia, Jadi Solusi Nyata Kesejahteraan!

Saeful Anwar | 21 November 2025, 14:03 WIB
Dari Kantong Pribadi Presiden Prabowo: Ribuan 'Kuda Besi' Listrik Angkat Martabat Tukang Becak Lansia, Jadi Solusi Nyata Kesejahteraan!

Program Becak Listrik GSN, Inisiatif Humanis yang Gandeng BUMN (LEN dan Pindad), Terbukti Tingkatkan Pendapatan Tiga Kali Lipat.

AKURAT BANTEN – Sebuah inisiatif bantuan yang menyentuh langsung denyut nadi rakyat kecil kembali menjadi sorotan.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), telah mendistribusikan lebih dari 2.303 unit becak listrik kepada para pengayuh becak lanjut usia (lansia).

Bukan sekadar program bantuan biasa, program ini memiliki nilai humanis yang tinggi.
Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, mengungkap fakta mengejutkan: sebagian besar dana pengadaan becak listrik tersebut berasal dari kantong pribadi Prabowo Subianto.

“GSN ini kan sekarang bagi becak listrik. Itu sudah 2.303 becak listrik yang sudah kami bagikan. Itu dari uang pribadi Bapak Prabowo,” ujar Nanik di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (21/11).

Baca Juga: KUHAP Baru Memicu Badai Kontroversi: Pasal 'Keadaan Mendesak' dan Transparansi Disorot Tajam!

Dampak Nyata: Pendapatan Meroket Hingga Tiga Kali Lipat

Kehadiran becak listrik ini bukan hanya meringankan beban fisik para lansia yang usianya rata-rata 60 tahun ke atas, namun juga terbukti menjadi solusi instan peningkatan ekonomi.

Nanik mengklaim bahwa setelah menerima becak listrik, pendapatan para tukang becak lansia ini meningkat minimal tiga kali lipat.

“Alhamdulillah pendapatan mereka itu meningkat lho, minimal bisa tiga kali. Dan saya juga kaget sekarang (tukang becak) jadi pada bersemangat,” tambahnya.

Sebelumnya, para pengayuh becak sepuh ini seringkali 'kalah' bersaing dengan moda transportasi online (ojol) dan terkendala tenaga yang berkurang. Becak listrik ini mengembalikan harapan dan semangat hidup mereka, membuat mereka kembali kompetitif di jalanan.

Sentuhan Nasionalisme: Gandeng LEN dan Pindad
Yang membuat program ini semakin menarik dan strategis adalah keterlibatan BUMN strategis, yakni PT LEN Industri dan PT Pindad (Persero), dalam proses produksi becak listrik.

Ini menunjukkan bahwa inisiatif sosial ini sekaligus memberdayakan industri pertahanan dan elektronik dalam negeri untuk kepentingan rakyat. Target GSN ke depan sangat ambisius: memperluas program hingga mencapai 10.000 unit becak listrik secara nasional. Untuk tahun 2025 saja, GSN menargetkan pembagian 5.000 unit.

Baca Juga: DARI KOREA HINGGA THAILAND: Denada Beberkan Empat Prosedur Wajah Demi Penampilan Impian

Pilihan Hati: Bertahan dengan Becak, Tolak Bantuan Modal Usaha

Nanik juga membeberkan dialog menarik dengan Presiden Prabowo mengenai opsi bantuan.

“Memang tadi Pak Presiden sempat gini, 'Jangan becak dong, kalau perlu kita kasih modal usaha.' Tapi tidak semua kan punya jiwa entrepreneur,” kata Nanik.

Ternyata, para pengayuh becak yang sudah puluhan tahun menjalani profesinya (bahkan 40 tahun lebih) memilih untuk bertahan dengan becak, bukan beralih menjadi pedagang. Program GSN pun mengakomodasi pilihan hati ini:

  • Bagi yang ingin tetap mengayuh: Diberikan becak listrik untuk meringankan beban dan meningkatkan pendapatan.
  • Bagi yang ingin berdagang: Akan diberikan bantuan modal usaha.

Inisiatif ini telah dimulai sejak 2024, saat Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), menunjukkan konsistensi kepeduliannya sebelum resmi menjabat Presiden.

Program Becak Listrik GSN yang didanai sebagian dari kocek pribadi Presiden Prabowo, dan didukung oleh BUMN, kini menjadi contoh nyata bagaimana solusi humanis dan teknologi sederhana dapat menjadi kunci vital untuk mengangkat harkat dan martabat para pejuang ekonomi lansia di Indonesia (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman